KALBAR SATU ID – Tim Penelitian Kolaborasi IAIN Pontianak dan STAKat Negeri Pontianak mengadakan Focus Group Discussion (FGD) di Kabupaten Sanggau, Senin (21/9/26). Penelitian yang disponsori oleh MoRA The Air Funds ini diketuai oleh Prof. Dr. H.Zaenuddin, S.Ag, M.A.
Dalam FGD ini ditampilkan Policy Brief yang disusun oleh tim peneliti berdasarkan data dari observasi dan wawancara sebelumnya. Secara umum ditampilkan bahwa Sanggau sudah menampilkan citra kota sebagai kota yang menjunjung tinggi kehidupan beragama warganya.
Terdapat rumah-rumah ibadah yang saling berdampingan, begitu juga yayasan sosial seperti pemadam kebakaran komunitas Tionghoa yang senantiasa melayani masyarakat tanpa memandang agama atau suku, dan yayasan pendidikan berbasiskan agama namun peserta didik yang berada di sana boleh berada dari berbagai macam agama.
Disisi lain yang menjadi sorotan dalam FGD ini ialah beberapa masalah kasus intoleran seringkali terjadi karena pengaruh media sosial.
Situasi intoleransi yang terjadi di luar kabupaten Sanggau dapat berpengaruh terhadap masyarakat kabupaten Sanggau. Para peserta FGD ini mengusulkan agar adanya edukasi mengenai penggunaan media sosial bukan hanya untuk anak muda melainkan juga untuk orang tua.
Penggunaan media sosial harus disikapi dengan bijaksana. Pemerintah diharapkan memiliki pengamanan khusus terhadap situasi ini.
FGD ini di hadiri oleh perwakilan Pemerintah yakni Kesbangpol, Kemnag, TNI-Polri, FKUB dan Organisasi Agama. Kegiatan ini ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah bersama.







