KALBAR SATU ID – Kerusakan sejumlah jembatan di jalur Nanga Tepuai–Sri Wangi, Kabupaten Kapuas Hulu, menjadi keluhan para pemudik menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Kondisi ini dinilai membahayakan sekaligus menghambat mobilitas masyarakat yang meningkat signifikan selama musim mudik.
Salah satu pemudik, Didi Darmadi, mengaku harus berhenti di tengah perjalanan untuk merapikan kayu jembatan yang rusak agar kendaraan roda empat dapat melintas. Ia menemukan setidaknya dua jembatan dalam kondisi rusak parah di jalur tersebut saat melakukan perjalanan mudik menuju wilayah Hulu Boyan pada Minggu (15/3/2026).
“Saat musim mudik lebaran, memang pemerintah perlu ekstra memberikan pelayanan terbaik kepada para pemudik, apalagi seperti jembatan sangatlah vital untuk akses keluar masuk masyarakat, selain ramai untuk masyarakat berlebaran sekaligus berliburan, juga berdampak pada jalur ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Didi juga meminta kepedulian masyarakat sekitar jembatan atau akses jalan yang rusak untuk bergotong-royong memperbaikinya, karena ditengah efisiensi pemerintah, memang diperlukan kearifan masyarakat untuk membantu pemerintah.
“Masyarakat kita sebenarnya sudah biasa bergotong-royong, saling membantu dan menjaga lingkungan dengan baik, apalagi menyangkut hajat hidup masyarakat luas, seperti jembatan, jalan dan sebagainya. Semoga beberapa hari ke depan akses jembatan bisa lebih baik, sehingga masyarakat bisa nyaman beraktivitas,” ujar Ketua Perkumpulan Buyan Cendekia (PBC) Provinsi Kalimantan Barat.

