KALBAR SATU ID – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Pontianak sukses menggelar Bung Karno Festival sebagai rangkaian peringatan Bulan Bung Karno. Kegiatan yang berlangsung dari tanggal 25 – 27 Juni ini dilaksanalan dengan penuh semangat kebersamaan yang diikuti oleh kader GMNI, masyarakat, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen pemuda dalam suasana kekeluargaan.
Festival ini tidak hanya menjadi ajang mengenang jasa Proklamator Republik Indonesia, Ir. Soekarno, tetapi juga sebagai momentum untuk mengaktualisasikan nilai-nilai perjuangan, nasionalisme, gotong royong, dan keberpihakan kepada rakyat sebagaimana diajarkan Bung Karno.
Ketua DPC GMNI Pontianak menyampaikan bahwa Bung Karno Festival merupakan bentuk nyata pengabdian organisasi kepada masyarakat. Menurutnya, semangat Bung Karno tidak cukup hanya diperingati melalui seremonial, tetapi harus diwujudkan dalam kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi rakyat.
“Kami ingin menghadirkan semangat Bung Karno di tengah masyarakat melalui kegiatan yang membangun solidaritas, mempererat hubungan antara mahasiswa dan warga, serta menumbuhkan rasa persatuan dan kepedulian sosial,” ujarnya.
Berbagai kegiatan dilaksanakan selama Bung Karno festival, mulai dari Anjangsana Marhaenis bersama Kelompok Tani, diskusi Kebangsaan, hingga Silaturahmi dan olahraga yang melibatkan Alumni secara langsung. Antusiasme warga terlihat dari kehadiran berbagai kalangan, mulai dari orang tua, pemuda hingga anak-anak yang turut memeriahkan kegiatan tersebut.
Suasana penuh keakraban tampak sepanjang kegiatan berlangsung. Mahasiswa dan masyarakat berbaur tanpa sekat, mencerminkan nilai gotong royong yang selama ini menjadi salah satu ajaran utama Bung Karno dalam membangun bangsa yang berdaulat dan berkepribadian.
Melalui Bung Karno Festival, DPC GMNI Pontianak berharap nilai-nilai Marhaenisme terus hidup di tengah masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda. Organisasi juga berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program yang menyentuh kebutuhan rakyat sekaligus memperkuat semangat kebangsaan.
Kegiatan kemudian ditutup dengan Diskusi Kebangsaan berbicara persoalan Geopolitik yang dirasakan di negeri ini bersama Tokoh Masyarakat dan Akademisi.







