KALBAR SATU ID – Bupati Kubu Raya Sujiwo mendorong Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kalimantan Barat terus meningkatkan kualitas dan fasilitas kampus. Sehingga UNU mampu menjadi salah satu pilihan utama putra-putri Kalimantan Barat dalam menimba ilmu. Hal tersebut disampaikan Sujiwo saat menjadi motivator pada kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) di Aula UNU, Jalan Parit Derabak, Kecamatan Sungai Raya, Jumat (11/9/2026).
Sujiwo mengaku memiliki kedekatan dengan UNU karena turut membersamai proses perintisan kampus tersebut sejak awal. Ia berharap seluruh jajaran pimpinan dan sivitas akademika UNU dapat bersama-sama melakukan langkah konkret untuk meningkatkan daya saing kampus.
“Bareng-bareng kita buat langkah-langkah konkret, supaya UNU ini menjadi kampus yang sangat representatif untuk dijadikan salah satu pilihan utama putra-putri Kalbar untuk menimba ilmu di kampus ini,” kata Sujiwo.
Menurutnya, persaingan antarperguruan tinggi saat ini semakin kompetitif. Karena itu, kampus harus mampu menawarkan kualitas pendidikan sekaligus lingkungan belajar yang nyaman dan representatif. Ia menilai kualitas dosen, metode pembelajaran, lingkungan kampus yang asri dan bersih, sanitasi, hingga ruang belajar menjadi bagian penting yang akan menentukan pilihan calon mahasiswa.
“Sekarang antarkampus itu persaingannya kompetitif banget. Kampus yang menawarkan cara mengajar yang baik, dosennya keren, lingkungannya bagus, asri, bersih, sanitasinya bagus, ruang belajarnya bagus, pasti akan dipilih,” sebutnya.
Dalam kesempatan itu, Sujiwo juga memberikan motivasi kepada para mahasiswa baru. Ia menekankan bahwa kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan akademik maupun latar belakang ekonomi. Menurutnya, terdapat sejumlah faktor penting yang harus dimiliki mahasiswa, di antaranya sikap disiplin, keberanian, kemampuan berbicara di depan publik, adab, serta kemauan untuk terus belajar dan meningkatkan literasi.
“Kesuksesan masa depan itu bukan hanya miliknya orang-orang kaya raya atau orang-orang pintar. Kepintaran itu hanya salah satu faktor pendukung. Tetapi ada disiplin, keberanian, public speaking, dan adab. Semua itu harus ditempa,” tuturnya.
Sujiwo juga mengajak mahasiswa baru untuk tidak pernah lelah belajar. Ia mengatakan keberanian dan kemampuan berbicara di depan publik juga dapat dibentuk melalui proses dan pengalaman.
“Jangan pernah lelah untuk belajar. Saya juga tidak ujug-ujug kemudian seperti ini, semuanya dari belajar. Awalnya mungkin hanya berani tampil di depan lima orang, tetapi kalau sering tampil, di depan seratus orang pun tidak lagi grogi,” ungkapnya.
Selain itu, Sujiwo berpesan agar mahasiswa UNU mampu membanggakan kampus dan keluarga dengan meraih kesuksesan. Ia juga menekankan pentingnya menanamkan jiwa nasionalisme, cinta tanah air, serta menjaga persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman masyarakat.
“Mahasiswa dan mahasiswi UNU wajib mempunyai jiwa nasionalis. Tidak boleh ada ruang untuk memperuncing perbedaan agama, suku maupun ras. Kita harus menjaga keberagaman, persatuan dan kesatuan, serta mencintai tanah air,” tegasnya.







