KALBAR SATU ID – Semangat gotong royong warga dan jemaah diwujudkan dalam peletakan batu pertama pembangunan perombakan Surau Baitus Shihin di Kecamatan Pontianak Kota. Acara peresmian dimulainya pembangunan rumah ibadah sekaligus pusat pendidikan agama ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Pontianak, Ir. H. Edi Rusdi Kamtono, M.M., M.T., Jumat, (19/6/26).
Pemerintah Kota Pontianak menyambut baik dan memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif Yayasan Baitus Shihin dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana ibadah yang berfokus pada pendidikan generasi muda setempat.
Dukungan Penuh Pemerintah Kota
Dalam sambutannya, Wali Kota Edi Rusdi Kamtono menegaskan komitmen pemerintah untuk turut andil dalam penyelesaian pembangunan surau tersebut. Bantuan tidak hanya mengalir dari anggaran daerah, tetapi juga dari kantong pribadi beliau.
“Insyaallah kita akan membantu. Pasti akan ada bantuan dari pemerintah kota yang sudah dialokasikan sebesar Rp25 juta. Nanti dari saya pribadi insyaallah ada tambahan bantuan semen dan besi untuk menutupi yang kurang-kurang,” ungkap Edi.
Beliau juga optimistis bahwa dengan kolaborasi dan gotong royong masyarakat, surau ini akan selesai sesuai target waktu dan segera memberikan manfaat yang luas, terutama untuk pembinaan wawasan, ilmu, dan karakter generasi muda di Kota Pontianak.
Sejarah Panjang dan Rencana Pembaruan Bangunan
Pembina Yayasan Baitus Shihin, Ustaz Irwanto, menjelaskan bahwa surau ini memiliki nilai sejarah yang panjang bagi masyarakat Ampera dan sekitarnya. Didirikan pertama kali pada tahun 1985 oleh almarhum Ustaz Marzuki Bin Safali, surau ini awalnya dibangun secara sederhana dengan dinding kayu papan bulat dan atap daun. Kemudian, pada tahun 1988-1989, bangunan ini mendapat sentuhan renovasi permanen melalui program ABRI Masuk Desa (AMD).
Kini, demi mengakomodasi kebutuhan jemaah dan santri yang semakin bertambah, bangunan lama akan direnovasi total menjadi struktur dua lantai dengan rincian pemanfaatan:
Lantai 1 (Area Utama): Difokuskan sebagai ruang ibadah dengan ukuran 12 x 15 meter, dilengkapi tambahan teras 2 meter di sisi kanan dan kiri.
Lantai 2 (Area Edukasi): Difokuskan untuk kegiatan pendidikan dan kesekretariatan. Lantai ini akan dilengkapi ruang aula terbuka berukuran 12 x 15 meter untuk aktivitas latihan para santri, remaja, dan sanggar seni, serta kamar-kamar singgah untuk guru/pengajar.
“Target kami, pada bulan Ramadan nanti minimal lantai satu sudah bisa digunakan untuk pelaksanaan salat Tarawih berjemaah dan aktivitas ibadah Ramadan lainnya,” harap Ustaz Irwanto.
Berpusat pada Gerakan Pendidikan Agama
Surau Baitus Shihin dikenal tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai motor penggerak pendidikan agama di lingkungannya. Saat ini, yayasan sangat aktif membina berbagai kelompok masyarakat, di antaranya:
Majelis Taklim Bapak-bapak (60-65 jemaah aktif)
Majelis Taklim Ibu-ibu (30-35 jemaah aktif)
Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) (60 santri aktif)
Kelompok Remaja dan Pemuda (sekitar 40 orang)
Acara peletakan batu pertama ini berlangsung khidmat dan turut dihadiri oleh jajaran pejabat dan tokoh agama setempat. Terlihat hadir perwakilan Kantor Kementerian Agama Kota Pontianak, Sekretaris MUI Kota Pontianak, Camat Pontianak Kota, Kepala KUA, Ketua PCNU Kecamatan Pontianak Kota, Lurah Sungai Bangkong, para ketua masjid sekitar, serta tokoh masyarakat.
Prosesi peresmian diakhiri dengan peletakan material batu pertama oleh Wali Kota Pontianak yang kemudian dilanjutkan secara bergilir oleh para tamu kehormatan dan jajaran pengurus yayasan.







