KALBAR SATU ID – Di tengah derasnya arus globalisasi dan tantangan degradasi moral generasi muda, Ikatan Qari-Qariah dan Hafizh-Hafizhah (IPQAH) Kalimantan Barat menggelar pelantikan pengurus periode 2025–2030 di Pendopo Gubernur Kalbar, Jumat (19/12/2025) malam. Pelantikan ini menjadi ikhtiar menegaskan kembali Al-Qur’an sebagai sumber nilai, inspirasi, dan penyangga moral masyarakat.

Ketua Umum DPP IPQAH Indonesia, Al-Habib Prof. Dr. K.H. Said Agil Husin Al Munawar, M.A., secara langsung melantik jajaran pengurus DPW IPQAH Kalbar. Prosesi diawali tilawah Al-Qur’an yang dibawakan Qariah Raya Salsabila, siswi MAN 1 Pontianak. Dilanjutkan pembacaan Surat Keputusan oleh Sekretaris Jenderal DPP IPQAH, H. Luqman As.

Dalam kepengurusan yang baru, Ust. Abdul Hakim, S.H.I. ditetapkan sebagai Ketua Umum DPW IPQAH Kalbar dengan Mus Mulyadi sebagai Sekretaris Umum. Adapun jajaran pembina meliputi Gubernur Kalbar, Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalbar, Sekretaris Daerah Kalbar, Ketua MUI Kalbar, Ketua LPTQ Kalbar dan Ketua BAZNAS Kalbar. Sementara jajaran penasihat diisi oleh Ria Norsan, Edi Rusdi Kamtono, Prof. Dr. Wajidi Sayadi, dan Hj. Nursiah Ismail serta jajaran pengurus lainnya.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. KH. Said Agil menegaskan IPQAH merupakan mitra strategis Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ). Ia mengulas sejarah IPQAH yang didirikan pada 12 Februari 1988 bertepatan dengan pelaksanaan MTQ Nasional di Lampung, dengan Ketua Umum pertama Nirwan Batubara dan pengurus yang kala itu terbentuk di 27 provinsi.

“IPQAH bertujuan membumikan Al-Qur’an di tanah air. Menanamkan cinta Al-Qur’an melalui membaca, menghafal, dan mengamalkannya,” ujar mantan Menteri Agama RI tersebut.

Ia menambahkan, sejak Muktamar pertama IPQAH pada 2003, organisasi ini terus berkembang melalui seminar, haflah Al-Qur’an, serta konsolidasi nasional yang telah berlangsung hingga empat kali muktamar.

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Kalbar, Medya Yanuar Abdullah, M.Si., yang mewakili Gubernur Kalbar Ria Norsan, mengapresiasi pelantikan dan pengukuhan IPQAH Kalbar. Menurutnya, IPQAH merupakan aset spiritual daerah yang memiliki peran penting di tengah tantangan globalisasi dan munculnya pemahaman keagamaan yang sempit.

“IPQAH diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah sekaligus benteng moral masyarakat untuk menghidupkan dan memasyarakatkan Al-Qur’an,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Kalbar, kata dia, berkomitmen memperkuat pembangunan moral yang bersumber dari nilai-nilai agama.

“Jadikan Al-Qur’an sebagai inspirasi untuk menciptakan harmoni di tengah masyarakat,” tegasnya.

Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalbar, Dr. H. Muhajirin Yanis, turut hadir dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan syiar Al-Qur’an di daerah. Rangkaian kegiatan IPQAH Kalbar akan dilanjutkan dengan Seminar Al-Qur’an yang dijadwalkan berlangsung keesokan harinya, sebagai upaya mensyiarkan Al-Qur’an sekaligus merangkul generasi muda Muslim agar semakin mencintai kitab sucinya.