KALBAR SATU ID – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat, Dr. H. Muhajirin Yanis, M.Pd.I menghadiri Program Kemaslahatan 2026 berupa kegiatan Operasi Katarak Gratis bagi masyarakat Kalimantan Barat yang dilaksanakan bersama Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Yayasan Bhakti Muamalat Indonesia, dan Rumah Sakit Mata Pontianak Eye Center, Rabu–Kamis, 14–15 Maret 2026.
Kegiatan yang mengusung tema “Mengabdi dengan Kepedulian, Menghadirkan Harapan melalui Penglihatan” tersebut menjadi wujud nyata kepedulian sosial dalam memberikan akses pelayanan kesehatan mata bagi masyarakat. Kegiatan dipusatkan di Rumah Sakit Mata Pontianak Eye Center dan diikuti peserta dari berbagai daerah, di antaranya Kota Pontianak, Kubu Raya, Mempawah, dan Sanggau.
Muhajirin Yanis mengapresiasi langkah kolaboratif tersebut sebagai bentuk pengabdian yang menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat. Menurutnya, program kemaslahatan seperti ini perlu terus dikembangkan dan dilaksanakan secara berkelanjutan agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.
“Ini adalah contoh nyata bagaimana kepedulian, kolaborasi, dan semangat berbagi mampu menghadirkan perubahan positif. Kebaikan yang dilakukan bersama akan menjadi energi besar dalam membangun masyarakat yang lebih sehat dan sejahtera,” ungkapnya.
Direktur Rumah Sakit Mata Pontianak Eye Center, dr. Muhammad Ikbal, Sp.M menyampaikan bahwa operasi katarak gratis merupakan bentuk tindakan nyata mengingat katarak menjadi salah satu penyakit mata yang membutuhkan perhatian serius. Ia menegaskan pelayanan diberikan kepada seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama.
Sementara itu, Ketua Yayasan Bhakti Muamalat Indonesia, Dr. R. Donny M. Iskandar, SE., MB, menekankan bahwa semangat mengabdi dan berbuat baik tidak mengenal batas usia maupun waktu.
Pimpinan Badan Pelaksana BPKH Bidang Kemaslahatan dan SDM, Dr. Hj. Sulistyowati, M.E., WMI., CFP, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari kontribusi nasional BPKH melalui pengelolaan dana kemaslahatan yang bersumber dari pengembangan dana haji dan Dana Abadi Umat.
Melalui sinergi berbagai pihak, Program Kemaslahatan ini menjadi inspirasi bahwa kepedulian dapat membuka jalan harapan, menghadirkan kebermanfaatan, serta memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun negeri.







