KALBAR SATU ID – Pemilihan Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak masa jabatan 2026-2030 semakin menarik perhatian publik. Salah satu figur kuat yang maju sebagai bakal calon rektor adalah Prof. Dr. H. Zaenuddin, S.Ag., M.A.. Sosok akademisi yang kini menjabat sebagai Direktur Pascasarjana IAIN Pontianak ini membawa segudang rekam jejak akademik mentereng, pengalaman manajerial, serta visi besar untuk memajukan kampus tersebut.
Perjalanan Akademik yang Gemilang menandai akademisi yang lahir pada 17 Agustus 1974, Prof. Zaenuddin memiliki riwayat pendidikan yang sangat kuat. Ia menempuh pendidikan sarjana (S1) di Program Studi Tarbiyah/PAI STAIN Pontianak dan lulus pada tahun 1997. Semangat keilmuannya terus berlanjut dengan menyelesaikan studi magister (S2) di dua tempat berbeda, yakni Universitas Gadjah Mada (UGM) pada tahun 2005 dan Eastern Mennonite University, Virginia pada tahun 2008. Gelar Doktor (S3) Ilmu Agama dan Lintas Budaya berhasil diraihnya dari UGM pada tahun 2012.
Dedikasinya di dunia pendidikan mengantarkannya mencapai puncak karier akademik. Pada April 2021, Prof. Zaenuddin resmi diangkat sebagai Guru Besar (Profesor) dalam bidang ilmu Studi Agama dan Budaya. Saat ini ia menyandang pangkat dan golongan ruang Pembina Utama/IVe.
Pengalaman Manajerial dan Kiprah Strategis Kapasitas kepemimpinan Prof. Zaenuddin di lingkungan IAIN Pontianak telah teruji melalui berbagai posisi strategis. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Program Studi Manajemen Dakwah STAIN Pontianak pada tahun 2009. Setelah bertransformasi menjadi IAIN Pontianak, ia dipercaya menduduki kursi Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama pada masa jabatan 2014-2018. Sejak 26 September 2022 hingga saat ini, ia ditugaskan mengemban amanah sebagai Direktur Pascasarjana IAIN Pontianak.
Di luar lingkup struktural kampus, Prof. Zaenuddin aktif berkontribusi dalam berbagai organisasi profesi dan keilmuan. Ia tercatat menjabat sebagai Ketua Komisariat Kalimantan Barat pada Masyarakat Pernaskahan Nusantara (MANASSA) sejak 2011, Ketua Bidang Hubungan Internasional di Asosiasi Studi Agama Indonesia (ASAI), serta menjadi Deputi Direktur Bidang Publikasi dan Training di IA Scholar Foundation.
Visi Menuju UIN dan Kampus Ekoteologi Internasional. Dalam pencalonannya sebagai Rektor IAIN Pontianak periode 2026-2030, Prof. Zaenuddin mengusung sangat visioner. Visinya adalah mewujudkan IAIN Pontianak sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri di wilayah perbatasan yang memiliki reputasi internasional, serta menghasilkan lulusan yang memiliki budaya dan karakter Islami.
Untuk mencapai visi tersebut, ia telah merumuskan beberapa program peningkatan mutu perguruan tinggi unggulan, di antaranya: Internasionalisasi IAIN Pontianak: Program ini meliputi perluasan jaringan kerja sama internasional, pertukaran profesor (visiting professor) dan mahasiswa luar negeri, serta mempersiapkan ijazah IAIN Pontianak agar diakui oleh dunia internasional, khususnya di tingkat ASEAN.
Berikutnya ialah Pengembangan Kampus Berbasis Ekoteologi: Menginisiasi pengadaan lahan dan pembangunan sarana prasarana kampus yang berwawasan lingkungan (green building, efisiensi energi, pengelolaan limbah terpadu), serta perluasan ruang terbuka hijau.
Selanjutnya Peningkatan Kualitas Kelembagaan dan Akademik: Mendorong riset kolaboratif internasional bagi dosen, memfasilitasi program percepatan Guru Besar, serta meningkatkan publikasi artikel ilmiah di jurnal internasional.
Peningkatan Status Bertransformasi Menjadi UIN: Berkomitmen untuk bersinergi dengan seluruh potensi dan pihak-pihak terkait guna melanjutkan peningkatan status kelembagaan IAIN Pontianak menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Pontianak.
Dengan pengalaman, wawasan global, dan komitmen kuat yang tertuang dalam dokumen pencalonannya, Prof. Dr. Zaenuddin hadir sebagai sosok pemimpin yang dinilai siap menakhodai IAIN Pontianak menuju tantangan dan pencapaian baru di masa depan.

