UNU Kalbar dan Dewan Energi Nasional Bahas Masa Depan Energi Bersih

UNU Kalbar dan Dewan Energi Nasional Bahas Masa Depan Energi Bersih
UNU Kalbar dan Dewan Energi Nasional Bahas Masa Depan Energi Bersih. Foto/istimewa.

KALBAR SATU ID — Wacana transisi energi kembali mengemuka di Kalimantan Barat. Sabtu, 18 April 2026, ratusan peserta memadati Aula Garuda Kantor Gubernur Kalbar dalam Seminar Nasional Energi Terbarukan—sebuah forum yang mempertemukan akademisi, pemerintah, dan praktisi energi dalam satu meja diskusi.

Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalimantan Barat turut ambil bagian. Kepala Kanwil Kemenag Kalbar, Dr. H. Muhajirin Yanis, M.Pd.I, diwakili Kepala Bidang PAPKIS, H. Nahruji, M.Si, hadir mengikuti jalannya seminar dari awal hingga akhir.

Bacaan Lainnya

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kalbar dengan Dewan Energi Nasional. Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, yang turut hadir, memberikan apresiasi atas terselenggaranya forum tersebut. Menurutnya, diskusi lintas sektor seperti ini penting untuk mempercepat pemahaman dan implementasi energi bersih di daerah.

Sejumlah narasumber mengisi forum dengan perspektif yang beragam. Dr. M. Khalid Syeirazi, M.Si memaparkan arah kebijakan strategis nasional, termasuk perkembangan terbaru target Net Zero Emission (NZE) 2060. Ia menekankan pentingnya konsistensi kebijakan dan dukungan lintas sektor agar target tersebut tidak sekadar menjadi slogan.

Sementara itu, Prof. Dr. Ir. Dwi Astiani, M.Sc mengangkat potensi kelapa sawit sebagai sumber energi baru terbarukan (EBT) lokal. Ia menyoroti bahwa Kalimantan Barat memiliki peluang besar dalam mengoptimalkan komoditas ini, asalkan dikelola dengan prinsip keberlanjutan.

Di sisi lain, Dr. Alfeus Sunarto membahas aspek teknologi melalui pengembangan smart grid. Ia menilai inovasi dalam sistem jaringan listrik menjadi kunci dalam mendukung integrasi energi terbarukan ke dalam sistem energi nasional.

Sepanjang seminar, suasana berlangsung dinamis. Nahruji bersama peserta lainnya tampak aktif menyimak paparan dan berdiskusi. Forum ini bukan sekadar ajang berbagi gagasan, melainkan juga ruang untuk merumuskan langkah konkret menuju kemandirian energi yang lebih bersih dan berkelanjutan di daerah.

Ikuti GOOGLE NEWS atau Join Channel TELEGRAM

Pos terkait

Tinggalkan Balasan