KALBAR SATU ID – Pengurus Wilayah Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia ( PW IKA-PMII) Kalimantan Barat masa khidmat 2025–2030 resmi dilantik dalam rangkaian peringatan Harlah ke-66 PMII, yang digelar di Gardenia Resort, Kabupaten Kubu Raya, Minggu (3/5/2026).

Kegiatan ini mengusung tema “Ilmu dan Bakti Kuberikan, Adil dan Makmur Kuperjuangkan”, yang menjadi refleksi komitmen alumni PMII dalam berkontribusi bagi pembangunan daerah dan bangsa.

Ketua Umum PW IKA PMII Kalimantan Barat, H. Suib, S.E., M.Sos., menyampaikan apresiasi atas kehadiran Pengurus Besar (PB) PMII yang telah melantik kepengurusan wilayah. Ia menegaskan bahwa amanah yang diemban merupakan tanggung jawab besar yang siap dijalankan dengan penuh dedikasi.

“Terima kasih atas kehadiran dan kepercayaan yang diberikan. Mudah-mudahan amanah ini bisa kami jalankan dengan baik, mohon doa dan dukungan dari semua pihak,” ujarnya.

Suib juga menegaskan bahwa pelantikan ini merupakan periode keduanya setelah Musyawarah Wilayah yang digelar sekitar satu tahun lalu di Pontianak. Ia menilai, sebagai organisasi kader, IKA PMII memiliki tanggung jawab strategis dalam mendistribusikan kader ke berbagai sektor, mulai dari politik, ekonomi, sosial, hingga budaya.

Menurutnya, Kalimantan Barat sebagai provinsi yang kaya akan sumber daya alam dan memiliki keberagaman etnis serta agama, membutuhkan pemikiran yang cerdas dan aspirasi yang kuat agar potensi daerah dapat dikelola secara adil.

Ia menyoroti pentingnya keadilan dalam pembagian hasil sumber daya alam antara pemerintah pusat dan daerah, khususnya melalui skema Dana Bagi Hasil (DBH). Hingga saat ini, menurutnya, kontribusi nyata yang dirasakan masyarakat daerah masih belum optimal.

“Kalau Indonesia ingin disebut makmur, maka daerahnya juga harus makmur. Kekayaan daerah harus dikembalikan secara berimbang kepada daerah,” tegasnya, mengutip pandangan tokoh nasional asal Kalimantan Barat.

Ia juga menyinggung kebijakan terbaru dari Kementerian Keuangan terkait DBH sawit yang minimal sebesar 4 persen. Namun, menurutnya, masih diperlukan kejelasan lebih lanjut mengenai proporsi tersebut serta implementasinya di lapangan.

Ke depan, IKA PMII Kalbar berkomitmen untuk mengawal isu-isu strategis terkait pengelolaan sumber daya alam, termasuk sektor pertambangan, pertanian, perikanan, dan kehutanan, agar benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kami akan melakukan kajian-kajian mendalam dan menghadirkan solusi konkret. Dengan banyaknya akademisi, profesor, dan doktor di jajaran pengurus, kami optimistis dapat memberikan kontribusi nyata,” katanya.
Menutup sambutannya, Suib kembali menegaskan komitmen organisasi untuk terus berjuang sesuai dengan nilai-nilai yang tertuang dalam Mars PMII.

“Ilmu dan bakti kuberikan, adil dan makmur kuperjuangkan. Ini bukan sekadar slogan, tetapi komitmen perjuangan kami,” pungkasnya.