Kurs Dolar ke Rupiah Hari Ini Senin 2 Februari 2026, Rupiah Masih Tertekan di Awal Pekan

Dollar ke Rupiah, Sumber Foto : Finansial
Dollar ke Rupiah, Sumber Foto : Finansial

KALBAR SATU ID, BISNIS – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali berada di bawah tekanan pada awal pekan ini. Pada Senin, 2 Februari 2026, mata uang Garuda bergerak melemah seiring menguatnya dolar AS di pasar global dan masih kuatnya sentimen kehati-hatian investor.

Berdasarkan pantauan pasar valuta asing, kurs dolar AS terhadap rupiah berada di kisaran Rp16.770 hingga Rp16.786 per dolar AS. Posisi tersebut mencerminkan tekanan yang masih berlanjut setelah rupiah menutup perdagangan akhir Januari dengan kecenderungan melemah.

Bacaan Lainnya

Penguatan dolar AS secara global menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan rupiah. Dolar tetap menjadi pilihan utama investor sebagai aset aman di tengah ketidakpastian ekonomi global, termasuk menjelang arah kebijakan moneter Amerika Serikat. Selain itu, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS turut mendorong aliran dana global kembali ke aset berbasis dolar.

Dari dalam negeri, tekanan juga datang dari arus modal asing yang masih cenderung keluar dari pasar keuangan Indonesia. Kondisi ini membuat pergerakan rupiah relatif terbatas meskipun fundamental ekonomi nasional dinilai masih cukup stabil.

Dalam beberapa hari terakhir, pergerakan rupiah terpantau fluktuatif dengan rentang perdagangan di kisaran Rp16.680 hingga Rp16.820 per dolar AS. Analis menilai, selama sentimen global belum membaik, rupiah masih berpotensi bergerak dalam rentang tersebut dalam jangka pendek.

Sementara itu, Bank Indonesia terus mencermati perkembangan pasar dan menjaga stabilitas nilai tukar melalui kebijakan moneter yang terukur. Otoritas moneter menegaskan komitmennya untuk menjaga kestabilan rupiah di tengah tekanan eksternal yang masih cukup kuat.

Ke depan, arah pergerakan rupiah akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi global serta respons pasar terhadap kebijakan bank sentral negara maju. Pelaku pasar diharapkan tetap mencermati dinamika eksternal sekaligus data ekonomi domestik yang dapat memengaruhi sentimen perdagangan.

Ikuti GOOGLE NEWS atau Join Channel TELEGRAM

Pos terkait