KALBAR SATU, DAERAH – BPS (Badan Pusat Statistik) Republik Indonesia mengumumkan Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I tahun 2026 periode Januari- Maret bertumbuh melesat. Termasuk Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) masuk urutan ke-8 sebersar 6,14 persen setelah Sulawesi Tenggara.
Menanggapi hal tersebut, Aminullah Founder Kalbar Satu mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi di Kalbar bisa meningkatkan para investor masuk di provinsi.
“Pertumbuhan Ekonomi di Kalbar melesat sampai 6,14 persen ada banyak sektor, mulai dari pertambangan, smelter alumina dan termasuk pelabuhan Internasional Kijing. Ini merupakan titik temu perputaran ekonomi dalam sepuluh tahun terakhir, sehingga bisa mendorong para investor masuk ke daerah ini,” jelasnya.
Selain itu, Aminullah juga mengingatkan kepada para Pemerintah Provinsi Kalbar yang dipimpin Gubernur Norsan dan Wakil Gubernur Krisantur untuk terus konsisten dalam mengelola daerah termasuk meningkatnya pertumbuhan ekonomi.
“Yang pastinya Pemerintah Provinsi Kalbar harus segera ambil tindakan dari mana sumbernya dan dikembangkan, sehingga para investor masuk ke Kalbar tidak ragu. Apalagi pertumbuhan ekonomi ini bisa bertahan dan meningkat pada kuartal berikutnya,” pungkasnya.
Diketahui, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) ini melapaui pertumbuhan ekonomi Nasional, dan merupakan babak baru setelah 10 tahun terakhir dengan akselerasi tertinggi pertumbuhan ekonomi.

