Sujiwo Siapkan Langkah Cepat Atasi Macet Adisucipto

Sujiwo Siapkan Langkah Cepat Atasi Macet Adisucipto
Sujiwo Siapkan Langkah Cepat Atasi Macet Adisucipto. Foto/istimewa.

KALBAR SATU ID – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya bersama pemerintah pusat menyiapkan sejumlah alternatif penanganan kemacetan di kawasan Simpang Empat Adisucipto dan Simpang Empat Kapur, Kecamatan Sungai Raya. Sejumlah opsi mulai dari pelebaran jalan dan duplikasi jembatan hingga pembangunan jalan layang (flyover) tengah dikaji untuk memperlancar mobilitas masyarakat di kawasan tersebut. Hal itu mengemuka saat Bupati Kubu Raya Sujiwo bersama Anggota Komisi V DPR RI Syarif Abdullah Alkadrie dan jajaran Balai Pelaksanaan Jalan Nasional meninjau kawasan Simpang Adisucipto, Selasa (27/10/2026).

Bupati Sujiwo mengatakan pemerintah bersama para pihak terkait tengah mengkaji beberapa alternatif penanganan dengan mempertimbangkan kebutuhan serta tahapan pelaksanaannya. Menurutnya, solusi jangka pendek perlu segera disiapkan sembari mematangkan perencanaan pembangunan infrastruktur berskala lebih besar.

Bacaan Lainnya

“Ini merupakan bentuk atensi Pak Syarif Abdullah bersama Balai Jalan dalam merespons aspirasi dan harapan masyarakat tentang bagaimana mengurai kemacetan di Simpang Empat Adisucipto dan Simpang Empat Kapur. Karena itu, kita sedang melakukan sejumlah kajian dan menyiapkan beberapa alternatif penanganan,” jelas Sujiwo.

Ia mengungkapkan salah satu alternatif jangka menengah yang disiapkan ialah pembangunan duplikasi Jembatan Kapuas II. Selain itu, pembangunan flyover atau jalan layang juga menjadi opsi yang akan dikaji lebih lanjut. Namun, menurut Sujiwo, rencana pembangunan tersebut membutuhkan kajian teknis, perencanaan, serta penyusunan Detail Engineering Design (DED) sebelum dapat direalisasikan. Sambil menunggu proses perencanaan infrastruktur jangka menengah dan panjang, pemerintah akan mendorong langkah penanganan jangka pendek melalui penataan simpang dan pelebaran jalan di sejumlah titik.

“Untuk jangka pendek, kita akan memperjuangkan penataan simpang, termasuk pelebaran jalan di sisi kanan dan kiri. Kalau dilakukan pelebaran, saya yakin dampaknya sudah cukup membantu mengurai kemacetan,” terangnya.

Sujiwo mengatakan penanganan kemacetan di kawasan tersebut membutuhkan kolaborasi lintas pemerintahan karena ruas jalan yang terhubung berada dalam kewenangan berbeda. Untuk penanganan di kawasan Adisucipto, pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi melalui perangkat daerah yang membidangi pekerjaan umum. Sementara untuk ruas jalan Kapur dari Mekar Baru menuju Tanjung Raya dan Parit Mayor, Sujiwo menyatakan akan segera membahas langkah penanganannya bersama pihak terkait, termasuk Balai Jalan, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten.

“Kita akan segera menggelar rapat lintas pemerintahan bersama Balai Jalan, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten untuk membahas penanganan jangka pendek. Mohon doa masyarakat, mudah-mudahan kita bisa terus berkolaborasi dan menghadirkan solusi terbaik,” ucapnya.

Anggota Komisi V DPR RI Syarif Abdullah Alkadrie mengatakan peninjauan ke lokasi dilanjutkan dengan pembahasan sejumlah alternatif penanganan kemacetan, termasuk rencana duplikasi jembatan dan pembangunan jalan layang. Ia menilai usulan yang disampaikan Bupati Kubu Raya perlu dikaji lebih lanjut agar penanganan yang dipilih dapat menjawab kebutuhan lalu lintas sekaligus mengantisipasi peningkatan volume kendaraan pada masa mendatang.

“Usulan yang disampaikan Pak Bupati ini sudah bagus. Kita akan mengkaji kemungkinan pembangunan flyover dan duplikasi jembatan. Namun, kita juga perlu mengambil langkah cepat untuk mengatasi kemacetan yang terjadi saat ini,” kata Syarif.

Menurutnya, penanganan awal dapat dilakukan melalui penataan jalan dan peningkatan kapasitas jembatan. Langkah tersebut diharapkan membantu memperlancar arus kendaraan sembari menunggu kajian dan persiapan pembangunan infrastruktur yang lebih besar. Syarif juga menegaskan pentingnya mendorong rencana pembangunan jembatan baru sebagai bagian dari solusi jangka panjang untuk memperkuat konektivitas dan mengantisipasi pertumbuhan lalu lintas di kawasan tersebut.

Ikuti GOOGLE NEWS atau Join Channel TELEGRAM

Pos terkait