KALBAR SATU ID – Pelarangan aktivitas arang bakau di Desa Batu Ampar, Kecamatan Batu Ampar, tidak lantas memupuskan mata pencaharian sebagian masyarakat. Pemerintah Kabupaten Kubu Raya telah menyiapkan tujuh solusi jangka pendek guna menjaga roda ekonomi warga tetap berjalan. Bupati Kubu Raya Sujiwo mengatakan solusi tersebut disiapkan sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah setelah aktivitas pembakaran arang resmi dihentikan.

“Kita sudah ada konsep untuk memberikan solusi menyambung hidup sebagai mata pencaharian untuk mengisi perut warga Desa Batu Ampar,” ujar Bupati Sujiwo usai memimpin rapat koordinasi penanganan persoalan arang bakau, Selasa (12/5/2026), di ruang kerja bupati.

Salah satu langkah yang disiapkan adalah penyerapan tenaga kerja bagi warga terdampak. Pemerintah Kabupaten Kubu Raya telah memanggil perwakilan delapan perusahaan dan meminta untuk mengakomodir warga Batu Ampar sebagai tenaga kerja di perusahaan.

“Mereka wajib ketika merekrut tenaga kerja, maka yang diutamakan adalah warga Desa Batu Ampar khususnya yang terdampak,” sebutnya.

Selain itu, pemerintah juga akan mengembangkan sektor hortikultura melalui kajian Dinas Pertanian. Seiring itu, program rehabilitasi mangrove bersama organisasi lingkungan Sampan turut disiapkan sebagai lapangan kerja sementara bagi masyarakat.

“Itu ada rehabilitasi mangrove yang dilakukan kelompok usaha perhutanan sosial. Mereka akan mendapatkan sekitar Rp150 ribu per hari per orang,” ungkap Sujiwo.