Perkuat Ketahanan Finansial, Guru SD Muhammadiyah 3 Dibekali Literasi Keuangan Syariah dan Mitigasi Risiko Pinjol

Perkuat Ketahanan Finansial, Guru SD Muhammadiyah 3 Dibekali Literasi Keuangan Syariah dan Mitigasi Risiko Pinjol (Foto/Istimewa)

Pontianak Januari 2026 Guru Sekolah Dasar Muhammadiyah 3 mengikuti kegiatan training dan edukasi Skill-Up Literasi Keuangan Syariah: Strategi Cerdas Meningkatkan Ketahanan Finansial dan Mitigasi Risiko Pinjol. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Dosen Manajaemen Bisnis Syariah Fakultas Agama Islam UM Pontianak Ibu Nurlia., S.EI., M.Sc.IBF., CIIC., AWPS., CSFT bersama tim praktisi keuangan syariah.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi keuangan syariah di kalangan guru sekaligus membangun kesadaran akan pentingnya mitigasi risiko pinjaman online sejak dini. Maraknya pinjol illegal dengan kemudahan akses dinilai menjadi tantangan serius bagi ketahanan finansial keluarga, khususnya ketika tidak diimbangi dengan pemahaman keuangan yang memadai.

Dalam kegiatan ini, para guru dibekali pemahaman mengenai prinsip dasar keuangan syariah, konsep ketahanan finansial keluarga, serta risiko pinjaman online, baik yang legal maupun ilegal. Penekanan utama diberikan pada upaya pencegahan, yakni bagaimana mengenali ciri-ciri pinjol berisiko, memahami konsekuensi utang konsumtif, dan mengambil keputusan keuangan secara lebih bijak.

Materi disampaikan secara praktis dan kontekstual sesuai dengan realitas kehidupan guru sehari-hari. Peserta juga diajak menyusun strategi pengelolaan keuangan keluarga berbasis prinsip syariah yang menekankan kehati-hatian, keseimbangan antara kebutuhan dan kemampuan, serta keberlanjutan finansial jangka panjang.

Pendekatan keuangan syariah diperkenalkan sebagai alternatif yang tidak hanya berorientasi pada aspek ekonomi, tetapi juga pada nilai etika dan ketenangan dalam pengelolaan keuangan. Dengan pemahaman ini, guru diharapkan mampu menghindari jebakan pinjol yang merugikan dan menjaga stabilitas keuangan keluarga.

Melalui kegiatan pengabdian ini, guru SD Muhammadiyah 3 diharapkan tidak hanya mengalami peningkatan pengetahuan, tetapi juga memiliki kesadaran kritis terhadap risiko keuangan digital. Ke depan, para guru diharapkan dapat berperan sebagai agen literasi keuangan syariah di lingkungan sekolah dan keluarga, sehingga edukasi finansial dapat ditanamkan sejak dini secara lebih luas, sehingga mampu mengurangi angka guru yang terjerat pinjol illegal.

Ikuti GOOGLE NEWS atau Join Channel TELEGRAM

Pos terkait

Tinggalkan Balasan