KALBAR SATU ID – Ulang tahun tidak selalu identik dengan perayaan meriah. Bagi Kakanwil Kemenag Kalbar, Muhajirin Yanis, momentum pertambahan usia justru menjadi ruang refleksi sekaligus aksi nyata untuk memberi manfaat lebih luas. Pada Selasa pagi (28/4/2026), ia merayakan hari kelahirannya yang ke-58 dengan menanam pohon alpukat di halaman Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat.
Didampingi istri tercinta, Salbia Muhajirin, kegiatan tersebut berlangsung sederhana namun sarat makna. Di hadapan para pejabat Kabag TU, para Kabid, Pembimas dan Ketua Tim, Muhajirin menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas doa dari seluruh ASN dan karyawan yang turut mengiringi langkah pengabdiannya.
Lebih dari sekadar seremoni, penanaman pohon ini menjadi penanda satu tahun implementasi program inovatif “One Person One Tree” yang digagas Kakanwil Kemenag Kalbar.
Program ini mendorong setiap pegawai Kemenag se-Kalbar untuk menanam pohon pada momen penting, khususnya saat ulang tahun, sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap kelestarian lingkungan.
Menurut Muhajirin, pohon yang ditanam tidak hanya berfungsi sebagai peneduh, tetapi juga memiliki nilai manfaat jangka panjang. “Kita berharap, suatu saat nanti pohon ini berbuah dan dapat dinikmati oleh masyarakat. Ini adalah investasi kebaikan yang terus tumbuh,” ujarnya.
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa program ini berjalan sangat efektif. Bahkan, salah satu ASN telah menuangkan perkembangan gerakan ini dalam sebuah policy brief, yang menggambarkan bagaimana program “One Person One Tree” berkembang pesat dan berhasil mendorong penanaman puluhan ribu pohon.
Gerakan ini juga menjadi bagian dari tindak lanjut program nasional penanaman sejuta pohon matoa yang dicanangkan Menteri Agama.
Kini, melalui pendekatan yang lebih luas, setiap keluarga ASN di Kalimantan Barat didorong untuk menjadikan penanaman pohon sebagai tradisi dalam berbagai momen kehidupan. Sebuah langkah kecil yang jika dilakukan bersama, mampu menghadirkan dampak besar bagi bumi.
“Tahun lalu kita tanam matoa, tahun ini alpukat. Insya Allah semuanya akan tumbuh, berbuah, dan membawa keberkahan,” tutup Muhajirin penuh optimisme.
Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa menjaga bumi bukan tugas segelintir orang, melainkan tanggung jawab bersama, dimulai dari langkah sederhana, ditanam hari ini, untuk masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.
