KALBAR SATU ID – Zulfydar Zaidar Mochtar, S.E., M.M., mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan masa perkuliahan sebagai ruang belajar dan memperluas pemahaman tentang politik serta demokrasi. Menurutnya, mahasiswa akan merugi apabila tidak mencoba memahami dan terlibat dalam dinamika politik selama menjalani pendidikan di perguruan tinggi.
Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan bedah buku Di Bawah Bendera Demokrasi. Ia menilai, buku tersebut dapat menjadi pemantik bagi generasi muda untuk mulai menulis, menuangkan gagasan, serta mengabadikan berbagai peristiwa yang terjadi di tengah masyarakat ke dalam sebuah karya.
Zulfydar menekankan bahwa mahasiswa tidak hanya perlu memahami demokrasi melalui teori yang dipelajari di bangku perkuliahan, tetapi juga mengamati penerapannya secara langsung di lapangan. Pengalaman dan pengamatan tersebut dapat menjadi bahan untuk menghasilkan tulisan yang relevan dengan realitas kehidupan politik.
Menurutnya, gagasan yang dituangkan melalui tulisan di meja kerja harus memiliki keterkaitan dengan praktik demokrasi di lapangan. Dengan demikian, pemikiran yang dihasilkan tidak berhenti sebagai teori, tetapi dapat menggambarkan kondisi nyata dan menjadi bahan refleksi bagi masyarakat.
Ia berharap, kehadiran buku Di Bawah Bendera Demokrasi mampu memotivasi mahasiswa untuk lebih berani berkarya, mengembangkan kemampuan menulis, serta mendokumentasikan berbagai fenomena politik dan demokrasi secara terukur dan bertanggung jawab.
Melalui karya tulis, generasi muda diharapkan dapat mengambil bagian dalam memperkaya diskursus demokrasi sekaligus membangun kesadaran politik yang berangkat dari pemahaman teori dan pengalaman nyata di masyarakat.





