KALBAR SATU ID, TIPS – Tidak semua bekas luka dapat memudar dengan sendirinya. Pada beberapa orang, bekas luka justru tumbuh menonjol, terasa keras, atau terus membesar, seperti pada keloid dan bekas luka hipertrofik.
Jika kondisi ini terjadi, dokter dapat merekomendasikan suntikan kortikosteroid sebagai salah satu pilihan penanganan medis. Terapi ini bertujuan membantu mengurangi ketebalan bekas luka sehingga tampilannya menjadi lebih rata dan keluhan seperti gatal atau nyeri dapat berkurang.
Suntikan kortikosteroid bekerja dengan mengurangi proses peradangan dan menekan produksi kolagen yang berlebihan pada jaringan parut. Produksi kolagen yang terlalu banyak merupakan salah satu penyebab terbentuknya bekas luka yang menonjol. Dengan terapi yang dilakukan secara bertahap, ukuran dan ketebalan bekas luka dapat berkurang pada sebagian pasien.
Prosedur ini hanya dilakukan oleh dokter atau tenaga kesehatan yang berkompeten. Sebelum tindakan dilakukan, dokter akan memeriksa jenis bekas luka, ukuran, lokasi, serta riwayat kesehatan pasien. Dari hasil pemeriksaan tersebut, dokter akan menentukan apakah suntikan kortikosteroid merupakan pilihan yang tepat atau perlu dipadukan dengan metode lain, seperti gel silikon, terapi laser, atau tindakan medis lainnya.
Perlu diketahui bahwa hasil suntikan kortikosteroid tidak dapat terlihat secara instan. Umumnya, pasien memerlukan beberapa kali penyuntikan dengan jarak waktu tertentu agar perubahan pada bekas luka mulai tampak. Lama terapi dapat berbeda pada setiap orang, tergantung kondisi kulit dan respons tubuh terhadap pengobatan.
Setelah menjalani prosedur, ikuti semua anjuran dokter untuk membantu proses pemulihan. Hindari menggaruk area bekas luka, jaga kebersihan kulit, serta lindungi area tersebut dari paparan sinar matahari menggunakan tabir surya apabila berada di luar ruangan. Perawatan yang tepat dapat membantu memaksimalkan hasil terapi.
Meskipun tergolong efektif untuk jenis bekas luka tertentu, suntikan kortikosteroid juga memiliki kemungkinan efek samping, seperti perubahan warna kulit, penipisan kulit, atau munculnya pembuluh darah kecil di area suntikan. Oleh karena itu, tindakan ini tidak boleh dilakukan sendiri dan harus berada di bawah pengawasan tenaga medis.
Menghilangkan bekas luka membutuhkan penanganan yang sesuai dengan jenis dan kondisi kulit. Suntikan kortikosteroid dapat menjadi pilihan bagi bekas luka yang menonjol atau keloid, tetapi keputusan penggunaannya harus berdasarkan hasil pemeriksaan dokter. Dengan diagnosis yang tepat dan perawatan yang terarah, peluang memperoleh hasil yang lebih baik akan semakin besar sekaligus menjaga kesehatan kulit dalam jangka panjang.







