KALBAR SATU ID, BISNIS – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat pada Minggu, 15 Maret 2026, terpantau masih relatif stabil meskipun tekanan dari pasar global belum sepenuhnya mereda.
Pada akhir pekan ini, kurs dolar terhadap rupiah diperkirakan berada di kisaran Rp16.800 hingga Rp16.900 per dolar AS, melanjutkan tren pergerakan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Mengacu pada data referensi dari Bank Indonesia, nilai tukar rupiah sebelumnya masih bertahan di level Rp16.800-an per dolar AS. Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa rupiah belum mengalami perubahan signifikan, meski dinamika ekonomi global masih memengaruhi sentimen pasar.
Kuatnya posisi dolar Amerika Serikat di pasar internasional menjadi salah satu faktor yang menahan ruang penguatan rupiah. Ekspektasi investor terhadap kebijakan suku bunga di Amerika Serikat yang diperkirakan masih berada pada level tinggi membuat permintaan terhadap dolar tetap kuat.
Meski demikian, volatilitas rupiah dalam beberapa hari terakhir masih dinilai terkendali. Pergerakan nilai tukar tercatat berada dalam rentang yang tidak terlalu lebar, menandakan pasar valuta asing domestik masih dalam kondisi stabil.
Dari sisi domestik, kondisi ekonomi Indonesia juga dinilai cukup solid untuk menopang pergerakan rupiah. Stabilitas inflasi, aktivitas perdagangan yang tetap berjalan, serta kebijakan ekonomi yang terjaga menjadi faktor penting yang membantu menjaga keseimbangan nilai tukar.
Analis memperkirakan pergerakan rupiah akan kembali lebih aktif pada awal pekan mendatang ketika aktivitas pasar global kembali berlangsung normal.
Oleh karena itu, pelaku usaha dan masyarakat yang memiliki transaksi berbasis dolar AS diimbau untuk terus memantau perkembangan kurs guna menyesuaikan perencanaan keuangan dan bisnis mereka.

