KALBAR SATU ID – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Pontianak melontarkan kritik tajam terhadap kondisi sosial yang dinilai semakin timpang, terutama dalam akses pendidikan dan kesejahteraan buruh di Kota Pontianak.
Ketua Cabang PMII Kota Pontianak menyampaikan bahwa hingga saat ini pendidikan berkualitas masih sulit dijangkau oleh masyarakat kalangan bawah. Dalam rilis resmi yang disampaikan, ia menilai bahwa pendidikan yang seharusnya menjadi hak dasar justru berubah menjadi barang mewah.
Ia mengungkapkan, banyak anak muda di Pontianak yang memiliki potensi dan keinginan melanjutkan pendidikan, namun harus mengurungkan niat akibat biaya yang dinilai tidak lagi rasional.
“Hari ini kita masih menyaksikan pendidikan masih tergolong barang mewah. Banyak anak muda di negeri ini termasuk di Pontianak yang memiliki potensi besar dan memiliki keinginan untuk melanjutkan pendidikan, namun terpaksa menyerah karena biaya yang tidak lagi rasional bagi kantong masyarakat kecil,” kata Baidowi, Rabu (29/04/26).
Selain sektor pendidikan, PC PMII Kota Pontianak juga menyoroti kondisi kesejahteraan buruh yang dinilai masih jauh dari kata layak. Mereka menilai kontribusi buruh terhadap roda perekonomian belum diimbangi dengan perlindungan dan upah yang memadai.
Secara tidak langsung, PMII menilai kebijakan pengupahan saat ini belum mampu mengimbangi kenaikan inflasi dan biaya hidup yang terus meningkat. Hal ini dinilai memperparah kondisi masyarakat, terutama bagi keluarga buruh yang juga harus menanggung biaya pendidikan anak.
“Sangat memprihatinkan ketika biaya untuk menempuh pendidikan terus meroket, namun pendapatan para orang tua yang mayoritas bekerja sebagai buruh justru tergolong rendah. Kami merasa ini adalah lingkaran kemiskinan yang dipelihara jika sistem tidak segera diperbaiki,” tegasnya.
Momentum peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) dan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) menjadi sorotan penting bagi PMII untuk mendorong evaluasi menyeluruh terhadap dua sektor tersebut. Mereka menilai, tanpa perbaikan serius, cita-cita besar bangsa akan sulit tercapai.
Ketua Cabang PMII Kota Pontianak juga menyinggung visi Indonesia Emas 2045 yang dicanangkan pemerintah. Menurutnya, visi tersebut harus dibarengi dengan perbaikan nyata di tingkat akar rumput, khususnya dalam hal pendidikan dan kesejahteraan pekerja.
“Di sisi lain, tahun lalu pemerintah mengkampanyekan Indonesia Emas 2045. Kami rasa jika pemerintah masih menginginkan Indonesia Emas pada tahun 2045, maka di momentum Hari Buruh dan Hardiknas ini harus menjadi refleksi bersama terutama bagi pemerintah yang terhormat,” tutupnya.
Dengan kondisi yang ada saat ini, PC PMII Kota Pontianak menegaskan pentingnya langkah konkret dari pemerintah untuk menghadirkan kebijakan yang lebih berpihak kepada masyarakat, khususnya dalam menjamin akses pendidikan yang terjangkau dan peningkatan kesejahteraan buruh.
