KALBAR SATU ID – Kegiatan Kemah Generasi HAM Angkatan III Tahun 2026 resmi ditutup di Aston Pontianak Hotel & Convention Center, Sabtu (9/5/2026). Program yang digagas Komnas HAM RI ini berlangsung sukses dan menjadi ruang pembelajaran sekaligus penguatan jejaring bagi generasi muda serta organisasi masyarakat sipil di Kalimantan Barat dalam memahami dan mengimplementasikan nilai-nilai hak asasi manusia.
Sebanyak 30 peserta yang berasal dari kalangan mahasiswa dan organisasi non pemerintah mengikuti rangkaian kegiatan yang berlangsung secara aktif dan partisipatif. Penutupan kegiatan diisi dengan sesi evaluasi reflektif yang dipandu fasilitator yaitu Radhia melalui metode berbagi kesan dan pesan antar peserta. Suasana hangat dan emosional terlihat ketika peserta saling menyampaikan pengalaman, kekhawatiran, hingga perubahan perspektif yang dirasakan setelah mengikuti Kemah Generasi HAM.
Dalam sesi tersebut, banyak peserta mengaku mengalami peningkatan keberanian, rasa percaya diri, dan kepedulian terhadap isu kemanusiaan. Salah satunya disampaikan Rifki, peserta berkebutuhan khusus dari Himpunan Difabel Muhammadiyah Kalimantan Barat sekaligus lulusan terbaik Universitas OSO tahun 2026.
Ia mengaku kegiatan tersebut memberinya ruang yang inklusif untuk belajar dan menyampaikan gagasan tanpa rasa takut.
“Di sini saya merasa diterima dan dihargai. Kemah Generasi HAM membuat saya lebih percaya diri untuk berbicara dan menyuarakan isu kemanusiaan termasuk hak-hak kelompok difabel. Saya berharap kegiatan seperti ini terus ada agar semakin banyak anak muda berani menjadi pembela HAM,” ujar Rifki.
Kepala Sekretariat Komnas HAM Kalimantan Barat, Nelly Yusnita, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kalimantan Barat menjadi salah satu daerah yang dipercaya menyelenggarakan Kemah Generasi HAM tahun 2026. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi forum pembelajaran, tetapi juga ruang lahirnya agen perubahan muda dengan latar belakang yang beragam.
“Kontribusi membela HAM tidak harus bekerja di Komnas HAM. Anak muda bisa mengambil peran sebagai aktivis, penulis, pegiat sosial, maupun penggerak komunitas yang membawa nilai kemanusiaan di lingkungan masing-masing,” katanya.
Sementara itu, Kepala Biro Dukungan Pemajuan Sekretariat Jenderal Komnas HAM RI, Endang Sri Melani, mengapresiasi antusiasme peserta selama kegiatan berlangsung. Ia berharap seluruh pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari serta menjadi kekuatan baru dalam membangun budaya saling menghormati dan melindungi sesama.
Penutupan kegiatan dilakukan langsung oleh Komisioner Pendidikan dan Penyuluhan Komnas HAM RI, Abdul Haris Semendawai. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa berakhirnya Kemah Generasi HAM bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal untuk membangun gerakan kemanusiaan yang nyata di tengah masyarakat. Ia juga mengajak peserta menjadi agen perubahan yang berani melawan ketidakadilan serta menjaga budaya agar tetap selaras dengan prinsip HAM.
Kegiatan kemudian ditutup dengan pembagian hadiah, sesi foto bersama, serta suasana penuh keakraban antara peserta, fasilitator, panitia, dan jajaran Komnas HAM. Momentum tersebut menandai lahirnya jejaring baru anak muda peduli HAM di Kalimantan Barat yang diharapkan terus tumbuh dan bergerak membawa nilai kemanusiaan di ruang sosial masing-masing.

