KALBAR SATU ID – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya terus bergerak menyiapkan langkah konkret untuk pemberdayaan masyarakat petani arang bakau di Kecamatan Batu Ampar. Setelah melakukan kunjungan langsung ke Batu Ampar, Bupati Kubu Raya Sujiwo melanjutkan agenda ke Jakarta guna menemui sejumlah jejaring strategis.
Pertemuan yang berlangsung hingga malam hari itu menghasilkan komitmen kerja sama untuk mendukung program pemberdayaan ekonomi masyarakat Batu Ampar.
“Rabu siang pulang dari Batu Ampar untuk menyampaikan 10 solusi konkret untuk masyarakat petani arang bakau, Kamis siang kami langsung bertolak menuju Jakarta untuk menemui teman-teman jejaring,” ujar Sujiwo.
Ia mengatakan, dua mitra yang ditemui yakni PT BSM dan SAMPAN sepakat segera memulai program pemberdayaan di Batu Ampar.
Menurut Sujiwo, PT BSM akan fokus pada pengembangan kelapa genjah, sedangkan SAMPAN akan menjalankan rehabilitasi mangrove serta sejumlah program pemberdayaan lainnya.
“Alhamdulillah, pertemuan yang berlangsung hingga malam tersebut menghasilkan kabar baik yang insyaallah akan membawa dampak positif bagi para petani arang bakau,” katanya.
Ia menegaskan, program dari kedua mitra tersebut merupakan bagian dari 10 solusi konkret yang telah disiapkan Pemkab Kubu Raya untuk masyarakat Batu Ampar.
Dalam pertemuan itu, Sujiwo menyampaikan bahwa pemerintah daerah ingin memastikan seluruh langkah yang dirancang tidak berhenti pada tataran wacana, melainkan benar-benar diwujudkan dalam bentuk program nyata yang dirasakan masyarakat.
“Malam hari ini, kami bisa bersilaturahmi, berkumpul, dan diskusi dalam rangka mem-follow up dan sekaligus menindaklanjuti pasca kunjungan saya ke Desa Batu Ampar yang akan melaksanakan 10 langkah konkret untuk pemberdayaan masyarakat Desa Batu Ampar,” ujarnya.
Sujiwo mengungkapkan, pada pertengahan Juni mendatang dirinya kembali dijadwalkan hadir di Batu Ampar untuk merealisasikan sedikitnya lima langkah konkret dari program yang telah disusun.
“Insyaallah bulan Juni, mungkin di pertengahan bulan Juni, kami akan hadir lagi di Desa Batu Ampar. Kemudian dari 10 langkah konkret itu, ada kurang lebih lima langkah konkret yang akan segera kami realisasikan,” katanya.
Ia menjelaskan, rehabilitasi mangrove tidak hanya berbicara mengenai pelestarian lingkungan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.
“Bukan hanya berbicara tentang pelestarian alam menyelamatkan mangrove, bukan hanya bicara tentang bagaimana memberdayakan masyarakat supaya masyarakat mendapatkan tambahan penghasilan,” jelasnya.
Sujiwo menyebut, masyarakat Batu Ampar sejatinya telah memiliki potensi ekonomi besar melalui kemitraan yang berjalan selama ini. Ia mencontohkan, satu koperasi di wilayah tersebut mampu menyalurkan lebih dari Rp53 miliar langsung ke rekening 2.320 kepala keluarga sepanjang tahun lalu.
“Artinya mereka sudah mempunyai pendapatan tanpa harus bekerja, berkat kemitraan dengan PT FSL. Belum bicara yang dua koperasi lagi,” ungkapnya.
Karena itu, ia memastikan seluruh program yang telah dipaparkan akan segera dieksekusi secara bertahap demi memperkuat ekonomi masyarakat pesisir Batu Ampar.
“Apa yang sudah kami sampaikan kemarin bukan dalam tataran wacana, tetapi dalam tataran kita akan mengaplikasikan dan mengeksekusi langkah-langkah konkret tersebut,” tegasnya.







