KALBAR SATU ID – Sebanyak 150 santri Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) Lansia Majelis Taklim Al-Izzah mengikuti Pelatihan Al-Fatihah Bersanad (PAB) di Yayasan Al-Izzah, Jalan Pangeran Natakusuma Nomor 64, Pontianak, Jumat (30/10/2026).
Mengusung tema “Al-Qur’an di Hati, Belajar Tiada Henti”, kegiatan yang diselenggarakan Yayasan Al-Izzah bersama Majelis Taklim Al-Izzah ini bertujuan meningkatkan kualitas bacaan Surah Al-Fatihah, sekaligus menumbuhkan semangat belajar Al-Qur’an sepanjang hayat, khususnya di kalangan lansia.
Ketua Majelis Taklim Al-Izzah, Ustadzah Leli Juliarti, ST, mengatakan Pelatihan Al-Fatihah Bersanad merupakan bentuk ikhtiar dan kepedulian lembaga dalam meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an bagi para santri lansia.
Menurutnya, belajar Al-Qur’an tidak mengenal batas usia. Setiap orang tetap memiliki kesempatan untuk memperbaiki bacaan dan meningkatkan kualitas ibadah selama masih diberikan kesempatan oleh Allah SWT.
Semangat tersebut menjadi landasan penyelenggaraan pelatihan, mengingat Surah Al-Fatihah merupakan bacaan utama dalam setiap rakaat salat yang perlu diperhatikan ketepatan pelafalan dan penerapan kaidah bacaannya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Al-Izzah, Ustadz Muammar Khadafi, Lc., M.H., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan, pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen Yayasan Al-Izzah untuk menghadirkan pendidikan Al-Qur’an yang berkesinambungan bagi seluruh kalangan, termasuk para lansia.
Ia juga mengingatkan para peserta agar tidak menjadikan hasil belajar sebagai satu-satunya tolok ukur. Menurutnya, ketulusan dan kesungguhan dalam menuntut ilmu merupakan hal penting yang perlu terus dijaga dalam proses belajar Al-Qur’an.
“Yang utama bukan semata-mata hasil belajar, tetapi juga ketulusan dan kesungguhan para santri dalam mempelajari Al-Qur’an,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Dalam pelatihan ini, Ustadz Muammar Khadafi bertindak sebagai narasumber dengan menyampaikan materi tahsin Surah Al-Fatihah bersanad. Pembelajaran dilakukan untuk membantu peserta mengenali dan memperbaiki kekeliruan bacaan melalui metode talaqqi dan musyafahah, yakni proses belajar secara langsung di hadapan guru.
Pelatihan Al-Fatihah Bersanad ini juga menjadi bagian dari persiapan menuju ujian sertifikasi sanad Al-Fatihah yang direncanakan dilaksanakan di Yayasan Al-Izzah pada November 2026.
Melalui program tersebut, Yayasan Al-Izzah berharap para santri lansia semakin termotivasi untuk terus belajar, memperbaiki bacaan, dan memperdalam pemahaman terhadap Al-Qur’an.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa proses menuntut ilmu tidak berhenti karena usia. Dengan semangat “Al-Qur’an di Hati, Belajar Tiada Henti”, para santri lansia diajak untuk terus mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui pembelajaran Al-Qur’an dan penyempurnaan kualitas ibadah.







