KALBAR SATU ID – Kepala Bidang Urusan Agama Islam (Urais) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat, H. Mi’rad, S.Ag., M.A.P., mengajak seluruh jajaran Bimbingan Masyarakat Islam dan Kantor Urusan Agama (KUA) untuk terus memperkuat sinergi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Ajakan tersebut disampaikan saat kegiatan Ngopi Bareng dan Bincang Santai bersama para Kepala Seksi Bimas Islam dan Kepala KUA yang berlangsung di KUA Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Minggu (2/8/2026), pukul 13.00–15.00 WIB.
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban itu menjadi ruang diskusi untuk mengevaluasi sekaligus memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik di bidang urusan agama Islam.
Dalam arahannya, Mi’rad menegaskan bahwa KUA merupakan garda terdepan Kementerian Agama yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Oleh karena itu, seluruh aparatur dituntut terus meningkatkan profesionalisme, integritas, dan inovasi pelayanan.
“Kita ingin KUA semakin dipercaya masyarakat. Karena itu, seluruh layanan harus terus ditingkatkan, baik dari sisi kualitas, kecepatan, maupun keramahan. Mari kita bangun budaya kerja yang kolaboratif agar layanan KUA dan urusan agama Islam semakin mantap dan semakin baik,” ujar Mi’rad.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kekompakan antara Kanwil, Kemenag Kabupaten, Seksi Bimas Islam, dan KUA sebagai satu kesatuan dalam menyukseskan program-program prioritas Kementerian Agama.
Sementara itu, Dr. H. Sudirmansyah, Kasi Bimas Islam Kabupaten Kayong Utara, menyampaikan apresiasi atas kegiatan tersebut. Menurutnya, forum yang dikemas secara santai justru mampu membangun komunikasi yang lebih efektif.
“Pertemuan seperti ini mempererat silaturahmi sekaligus menyamakan langkah dalam meningkatkan pembinaan dan pelayanan kepada masyarakat. Semangat kebersamaan inilah yang akan menjadi kekuatan dalam menjalankan tugas,” ungkapnya.
Senada dengan itu, H. Masri, M.Si., Kepala KUA Pontianak Barat, mengatakan bahwa arahan Kabid Urais menjadi motivasi bagi seluruh Kepala KUA untuk terus melakukan pembenahan.
“Kami semakin termotivasi untuk menghadirkan pelayanan yang profesional, cepat, mudah, dan membahagiakan masyarakat. KUA harus terus menjadi tempat pelayanan keagamaan yang hadir memberikan solusi bagi umat,” ujar Masri.
Pertemuan ditutup dengan komitmen bersama untuk terus memperkuat koordinasi, meningkatkan kompetensi aparatur, serta menghadirkan layanan KUA dan urusan agama Islam yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.
Melalui forum sederhana namun penuh makna tersebut, diharapkan terbangun semangat baru bagi seluruh jajaran Bimas Islam dan KUA dalam mewujudkan pelayanan publik yang prima, sejalan dengan transformasi Kementerian Agama yang berdampak nyata bagi umat.







