KALBAR SATU ID – Pengalaman banjir yang melumpuhkan jalur transportasi di Kilometer 37 Jalan Trans Kalimantan pada 2024 menjadi perhatian Polres Kubu Raya menjelang Natal 2026 dan Tahun Baru 2027. Dua titik rawan di Kilometer 37 dan 39, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, kini dipantau untuk mengantisipasi gangguan lalu lintas akibat potensi banjir.
Kapolres Kubu Raya AKBP Rensa S. Aktadivia turun langsung meninjau kedua lokasi tersebut di Dusun Pancaroba, Desa Pancaroba, Senin (2/11/2026). Pemantauan dilakukan bersama pemerintah desa dan perangkat dusun sebagai bagian dari upaya memetakan wilayah rawan sekaligus menyiapkan langkah penanganan apabila banjir terjadi.
Kapolres Kubu Raya melalui Kasubsi Penmas Aiptu Ade mengatakan, Kilometer 37 menjadi salah satu titik yang mendapat perhatian karena pernah mengalami banjir pada 2024. Saat itu, genangan air mengakibatkan terganggunya jalur transportasi darat antar negara, kota dan Kabupaten.
“Kilometer 37 ini menjadi perhatian karena pada 2024 lalu pernah mengalami banjir yang mengakibatkan terganggunya jalur transportasi darat dari antar negara, Kabupaten menuju Kota Pontianak. Pengecekan ini dilakukan untuk memetakan daerah-daerah rawan sekaligus menentukan langkah yang akan dilakukan. Ini adalah bukti “Polisi bersama masyarakat” dalam mengantisipasi kemungkinan banjir, khususnya menjelang Natal dan Tahun Baru yang tidak lama lagi kita hadapi,” ujar Ade.
Menurut Ade, pemantauan lapangan tidak hanya bertujuan mengidentifikasi titik rawan, tetapi juga memastikan kesiapan personel dalam menghadapi kemungkinan kondisi darurat. Langkah antisipasi yang disiapkan mencakup evakuasi warga, pengamanan kawasan terdampak, serta pengaturan lalu lintas apabila genangan air mengganggu akses kendaraan.
Ancaman banjir menjadi perhatian tersendiri karena Jalan Trans Kalimantan merupakan jalur penting yang menghubungkan Pontianak dengan sejumlah wilayah di Kalimantan Barat. Gangguan pada ruas tersebut berpotensi menghambat mobilitas masyarakat maupun aktivitas distribusi barang, terlebih saat arus perjalanan meningkat pada periode libur Natal dan Tahun Baru.
Selain kesiapan personel, Kapolres meminta Bhabinkamtibmas bersama pemerintah desa dan pemangku kepentingan terkait meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat. Perhatian khusus diberikan kepada warga yang bermukim di kawasan rendah dan berpotensi terdampak luapan air maupun banjir rob.
Masyarakat juga diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap pasang air laut maksimum dan perubahan cuaca yang berpotensi memicu kondisi ekstrem. Warga diminta memperhatikan perkembangan lingkungan sekitar serta segera melakukan langkah antisipasi apabila muncul tanda-tanda kenaikan permukaan air.
Dalam pemantauan tersebut, Kapolres didampingi Wakapolres Kubu Raya Kompol Andri Syahroni, Kasat Lantas Iptu Judi Effendhy Kusuma, Kasi Propam Suroso, Kapolsek Sungai Ambawang AKP Junaifi, Kepala Desa Pancaroba Marulian, Kepala Dusun Teluk Lais Desa Teluk Bakung Rosita, serta Bhabinkamtibmas dan personel Polsek Sungai Ambawang.
Polres Kubu Raya juga mengingatkan masyarakat agar segera melaporkan kondisi darurat maupun indikasi potensi bencana agar dapat ditindaklanjuti petugas.
“Jika mengalami situasi darurat atau melihat potensi bencana, masyarakat dapat segera menghubungi Call Center Polri 110 agar laporan dapat segera ditindaklanjuti petugas,” pinta Ade.
Pemetaan titik rawan, peningkatan kesiapsiagaan personel, dan koordinasi dengan pemerintah setempat diharapkan dapat meminimalkan dampak banjir terhadap masyarakat. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari persiapan Polres Kubu Raya dalam menjaga keselamatan warga dan kelancaran transportasi selama perayaan Natal dan Tahun Baru.







