KALBAR SATU ID – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya merespons cepat krisis solar bersubsidi yang memicu lumpuhnya aktivitas transportasi air di Kecamatan Rasau Jaya. Bupati Kubu Raya Sujiwo mengatakan pemerintah kabupaten segera menerbitkan dispensasi atau surat rekomendasi pembelian BBM solar bersubsidi bagi sektor-sektor tertentu, termasuk usaha mikro, pertanian, hingga kapal perikanan di bawah tujuh Gross Ton (GT).

Hal itu menjadi langkah cepat sementara sembari menunggu keputusan resmi dari Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).

Sujiwo mengatakan langkah cepat diambil setelah dirinya mendapatkan informasi mengenai terhentinya operasional transportasi air akibat sulitnya memperoleh solar subsidi dan tingginya harga BBM non-subsidi.

“Kalau tidak segera saya ambil langkah konkret sebagai kepala daerah, ini akan berdampak luas. Efek dominonya bisa ke mana-mana,” kata Sujiwo usai memimpin rapat koordinasi terkait kelangkaan solar, Senin (18/5/2026), di kantor bupati.

Menurut dia, lumpuhnya transportasi air bukan persoalan sepele. Sebab jalur sungai masih menjadi urat nadi mobilitas masyarakat dari Kecamatan Rasau Jaya menuju sejumlah wilayah seperti Kabupaten Kayong Utara, Ketapang, hingga konektivitas antarkecamatan dan desa.

“Mogoknya pengusaha transportasi air ini fatal. Karena menyangkut kepentingan masyarakat luas. Maka saya minta semua elemen dikumpulkan hari ini juga untuk mencari solusi,” ujarnya.

Rapat koordinasi dihadiri wakil bupati, sekretaris daerah, perangkat daerah terkait, DPRD, unsur Pertamina, hingga asosiasi jasa transportasi. Dari hasil pembahasan, pemerintah daerah memutuskan mengambil langkah sementara dengan menerbitkan dispensasi pembelian solar subsidi sambil menunggu keputusan resmi dari BPH Migas.

“Bismillah, demi kepentingan masyarakat dan kepentingan publik, saya akan tanda tangani surat dispensasi itu. Tapi sebelumnya akan dikaji dulu oleh Sekda, Asisten, dan Bagian Hukum,” tuturnya.