KALBAR SATU ID – Pondok Pesantren Darul Khairat Kota Pontianak menggelar peringatan 1000 hari wafatnya muassis pesantren, Almaghfurlah Drs. KH. Suaidi Mastur, Selasa (19/5/2026) di halaman Pondok Pesantren Darul Khairat.

Kegiatan tersebut dihadiri ribuaj jemaah mulai dari para kiai, habaib, santri, alumni, serta para muhibbin. Hadir sebagai penceramah utama, Dr. KH. Reza Ahmad Zahid, Lc., M.A, Pengasuh PP Al Mahrusiyah Lirboyo.

Pengasuh Pondok Pesantren Darul Khairat, H. Abu Bakar Shidiq, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa meski KH. Suaidi Mastur telah meninggalkan dunia selama 1000 hari, namun nilai perjuangan, nasihat, dan keberkahan ilmunya masih hidup di tengah para santri dan alumninya.

“Seribu hari sudah KH. Suaidi Mastur meninggalkan dunia yang fana. Namun nasihatnya masih hidup di telinga para santri dan alumninya. Langkah perjuangannya masih membekas pada para penerus dakwahnya, dan doanya masih terasa teduh dalam kehidupan keluarga serta murid-muridnya,” ujarnya.

Ia menegaskan, peringatan 1000 hari tersebut bukan sekadar agenda mengenang sosok ulama, tetapi menjadi momentum spiritual untuk memperkuat kembali hubungan keilmuan dan perjuangan dakwah.

Menurutnya, kegiatan itu menjadi ruang untuk istifadah, menuntut ilmu, memperkaya batiniah, serta menyambung sanad rohaniah dengan para guru dan ulama terdahulu.

“Kalau bukan karena jasa guru-guru kita, maka kita tidak akan mengenal siapa Tuhan kita,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Abu Bakar Shidiq juga mengutip pandangan Imam Abu Hamid Al-Ghazali tentang pentingnya meneladani orang-orang saleh.

“Apabila tidak memungkinkan lagi melihat dan menemani orang-orang saleh, maka tidak ada yang lebih bermanfaat bagi hati dan jiwa selain mendengarkan kisah hidup mereka,” ungkapnya.

Ia menambahkan, meskipun perjuangan dan ibadah para ulama telah selesai secara lahiriah, namun pahala, pengaruh, serta jejak kebaikannya tetap dirasakan oleh generasi sesudahnya.

Pihak pesantren juga memohon doa dan dukungan dari para ulama, habaib, dan seluruh hadirin agar mampu menjaga amanah serta istiqamah dalam melanjutkan estafet perjuangan KH. Suaidi Mastur.

“Kami berharap tidak hanya menjadi generasi yang bangga terhadap leluhur, tetapi juga mampu menghadirkan kemuliaan melalui perjuangan kami sendiri,” tuturnya.

Pada akhir sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada panitia, alumni, muhibbin, dan seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan acara tersebut.

Ia berharap seluruh amaliah yang dilakukan menjadi ibadah di sisi Allah SWT serta menjadi wasilah bagi almarhum KH. Suaidi Mastur untuk memperoleh ampunan, diterima amal ibadahnya, dan ditempatkan pada tempat terbaik di sisi Allah SWT.