Program PASTI Serahkan Praktik Baik kepada Pemprov Kalbar, Perkuat Keberlanjutan Penurunan Stunting

Program PASTI Serahkan Praktik Baik kepada Pemprov Kalbar, Perkuat Keberlanjutan Penurunan Stunting
Program PASTI Serahkan Praktik Baik kepada Pemprov Kalbar, Perkuat Keberlanjutan Penurunan Stunting. Foto/istimewa.

KALBAR SATU ID – Program PASTI (Partner Akselerasi Penurunan Stunting di Indonesia) menyerahkan dokumen pembelajaran dan praktik baik kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk mendukung keberlanjutan upaya percepatan penurunan stunting. Penyerahan ini menjadi bagian dari penutupan program di Kalimantan Barat.

Kegiatan ini menjadi momentum untuk merefleksikan capaian, berbagi pembelajaran dan praktik baik, serta memperkuat komitmen pemerintah dan para pemangku kepentingan agar berbagai inisiatif yang telah dibangun dapat terus dilaksanakan setelah periode program berakhir.

PASTI merupakan program kemitraan antara Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Tanoto Foundation, PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN), dan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melalui inisiatif Bakti BCA.

[bacajuga berdasarkan="tag" judul="Baca Juga:" mulaipos="0"]

Program ini diimplementasikan oleh Yayasan Wahana Visi Indonesia sebagai pelaksana utama di empat kabupaten prioritas di Kalimantan Barat; yaitu Kabupaten Sambas, Kabupaten Bengkayang, Kabupaten Sekadau, dan Kabupaten Kubu Raya.

Selama pelaksanaannya, Program PASTI bekerja sama dengan pemerintah kabupaten, kecamatan, hingga tingkat desa di wilayah layanan untuk mendukung percepatan penurunan stunting melalui tiga pendekatan utama.

Pertama, meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan dan gizi berbasis masyarakat bagi keluarga berisiko stunting melalui pemberdayaan masyarakat.

[bacajuga berdasarkan="tag" judul="Baca Juga:" mulaipos="1"]

Sejak Januari 2023 hingga Oktober 2026, lebih dari 3.000 anak baduta berisiko stunting mengikuti intervensi Pos Gizi DASHAT di Kalimantan Barat. Dampaknya, sebanyak 60,4% baduta yang mengikuti program secara lengkap mengalami kenaikan berat badan ke kategori tumbuh normal.

Kedua, mendorong peningkatan praktik gizi yang baik dan benar di kalangan remaja. Program PASTI berhasil menjaring lebih dari 4.000 remaja usia 15-19 tahun untuk memperoleh peningkatan pengetahuan terkait stunting. Bahkan 416 orang di antaranya terlatih menjadi Peer Educator (pelatih teman sebaya) baik di tingkat kabupaten, kecamatan, maupun desa.

Ketiga, memperkuat kapasitas kelembagaan dan tata kelola kolaboratif antar pemangku kepentingan dalam pelaksanaan konvergensi melalui Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS).

[bacajuga berdasarkan="tag" judul="Baca Juga:" mulaipos="2"]

Program PASTI berhasil meningkatkan kinerja TPPS Desa dari 42,5% (51 dari 120 desa) pada tahun 2025, menjadi 59,2% (71 dari 120). Sepanjang tahun 2025 hingga 2026, Program PASTI juga berhasil mendorong penganggaran pertemuan rutin menggunakan dana mandiri, seperti dana desa atau sumber pendanaan lokal lainnya, di 50 dari 120 TPPS Desa. Pada tahun yang sama, 484 anggota TPPS juga menerima pelatihan dari Program PASTI.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong upaya penurunan stunting yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah hingga masyarakat di tingkat desa. Selain pelaksanaan kegiatan di empat kabupaten, berbagai inovasi desa juga dikembangkan sebagai ruang pembelajaran dan penerapan praktik baik yang dapat menjadi referensi bagi wilayah lain dalam memperkuat intervensi percepatan penurunan stunting.

Salah satunya adalah peternakan ayam petelur dan kebun gizi, hasil intervensi inovasi desa untuk menghadirkan sumber gizi terjangkau dan terdekat, demi pemenuhan gizi anak. Keduanya ini dikelola oleh warga desa, salah satunya oleh Sarini, warga Kabupaten Kubu Raya.

“Meskipun tanggung jawab ini membuat hari-hari saya menjadi lebih sibuk, saya melihat manfaatnya bagi desa. Kini warga desa dapat membeli sayuran dan telur langsung dari kami, tanpa harus pergi jauh ke Pontianak. Kini kasus balita yang tidak naik berat badan selama tiga bulan berurut-turut sudah tidak lagi kami temui di Kubu Raya,” ungkap Sarini dalam keterangannya, Selasa (3/11/26).

Ikuti GOOGLE NEWS atau Join Channel TELEGRAM

Pos terkait