Kurs Dolar AS terhadap Rupiah Hari Ini, Selasa 28 Juli 2026: Rupiah Masih Berada di Bawah Tekanan

Dollar As ke Rupiah, Sumber Foto : Super Radio
Dollar As ke Rupiah, Sumber Foto : Super Radio

KALBAR SATU ID, TERKINI – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini, Selasa (28/7/2026), diperkirakan masih bergerak di bawah tekanan setelah melemah pada penutupan perdagangan sebelumnya. Pelaku pasar masih mencermati sentimen global serta perkembangan ekonomi domestik yang memengaruhi pergerakan mata uang Garuda.

Pada perdagangan Senin (27/7/2026), rupiah ditutup melemah 46 poin atau sekitar 0,26 persen ke level Rp18.009 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.963 per dolar AS. Pelemahan tersebut dipicu oleh kombinasi sentimen eksternal, termasuk penguatan dolar AS, serta faktor domestik yang membuat investor cenderung bersikap hati-hati.

Bacaan Lainnya

Sementara itu, berdasarkan Kurs Transaksi Bank Indonesia (BI) yang berlaku pada 27 Juli 2026, tercatat kurs jual dolar AS sebesar Rp18.062,87, kurs beli Rp17.883,13, dengan kurs tengah Rp17.973,00 per dolar AS. Adapun kurs referensi JISDOR Bank Indonesia berada di level Rp17.995 per dolar AS.

Sejumlah analis memproyeksikan rupiah pada perdagangan hari ini masih akan bergerak dalam rentang Rp17.980 hingga Rp18.050 per dolar AS. Pergerakan mata uang nasional diperkirakan dipengaruhi oleh ekspektasi kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed), arus modal asing, serta perkembangan kondisi geopolitik global yang masih membayangi pasar keuangan.

Di sisi lain, Bank Indonesia sebelumnya mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75 persen sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mengendalikan inflasi. Bank sentral juga terus menyiapkan berbagai instrumen untuk menjaga likuiditas dan menarik aliran modal asing ke pasar domestik.

Bagi masyarakat dan pelaku usaha, pelemahan rupiah dapat berdampak pada meningkatnya biaya impor barang, bahan baku industri, hingga harga produk yang bergantung pada mata uang asing. Sebaliknya, kondisi ini berpotensi memberikan keuntungan bagi eksportir karena nilai penerimaan dalam dolar AS menjadi lebih tinggi ketika dikonversi ke rupiah.

Pelaku pasar diharapkan terus memantau perkembangan ekonomi global maupun kebijakan Bank Indonesia dalam beberapa hari ke depan, mengingat kedua faktor tersebut masih menjadi penentu utama arah pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Ikuti GOOGLE NEWS atau Join Channel TELEGRAM

Pos terkait