KALBAR SATU ID – Bupati Kubu Raya Sujiwo menyampaikan sejumlah langkah konkret untuk mengatasi persoalan warga Desa Batu Ampar, Kecamatan Batu Ampar, yang terdampak penghentian aktivitas produksi arang bakau.
“Saya hadir untuk memberikan solusi yang konkret, langkah-langkah yang langsung bisa kami aplikasikan,” kata Bupati Sujiwo saat berdialog dengan masyarakat Desa Batu Ampar di Gedung PGRI Desa Batu Ampar, Selasa (19/5/2026).
Sujiwo menyebut beberapa program jangka pendek telah disiapkan. Di antaranya, penyerapan tenaga kerja. Ia mengungkapkan sudah ada kesepakatan dengan delapan perusahaan di wilayah Batu Ampar terkait hal itu.
Selanjutnya, pemberdayaan kelompok usaha melalui penanaman kelapa. Kemudian, kerja sama dengan lembaga SAMPAN untuk rehabilitasi mangrove, dengan melibatkan warga sebagai tenaga kerja berbayar. SAMPAN (Sahabat Masyarakat Pantai) adalah organisasi nirlaba yang aktif dalam pengelolaan perhutanan adil dan berkelanjutan untuk masyarakat Kalimantan.
Berikutnya, pembangunan ruang publik di Batu Ampar untuk pemberdayaan UMKM lokal.
“Perangkat daerah yang saya bawa (ke Batu Ampar) semuanya harus bergerak, harus mengambil langkah-langkah strategis untuk memberikan solusi yang konkret, bukan omon-omon, bukan hanya wacana,” tegasnya.
Sujiwo mengatakan penghentian aktivitas produksi arang bakau dilakukan demi menyelamatkan ekosistem mangrove. Sebab, mangrove adalah benteng alami yang menjaga pesisir dari abrasi. Namun di sisi lain, kebutuhan ekonomi masyarakat juga harus diperhatikan.
“Tugas saya bersama perangkat daerah terkait dan lainnya adalah mencari solusi penghasilan tambahan. Target saya satu tahun ini bersama jejaring di luar pemerintah kabupaten, kami akan mengubah wajah Desa Batu Ampar. Bukan desa yang kumuh, identik dengan kemiskinan, di sana-sini tungku arang,” tuturnya.

