KALBAR SATU ID – Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat, Dr. H. Muhajirin Yanis, M.Pd.I., didampingi Kabid Urais H. Mirad, M.AP., serta Ketua Tim Ke-Masjidan Jemaat, S.Ag., menerima audiensi pengurus Ijtihad Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) Provinsi Kalimantan Barat di ruang tamu VIP Kanwil Kemenag Kalbar, Kamis (4/6/2026).

Pertemuan tersebut membahas persiapan pelaksanaan Bridging Seminar Imam Internasional yang direncanakan berlangsung pada Juli 2026 di Kalimantan Barat.

Audiensi diawali dengan penyampaian Sekretaris Umum IPIM Provinsi Kalimantan Barat, Sholihin HZ, yang mengapresiasi dukungan Kanwil Kemenag Kalbar terhadap berbagai program pembinaan keagamaan, sekaligus memohon arahan terkait pelaksanaan kegiatan yang akan digelar.

Selanjutnya, Ketua Umum IPIM Provinsi Kalimantan Barat, Muammar Khadafi, Lc., M.A., memaparkan rencana pelaksanaan kegiatan yang menjadikan Kalimantan Barat sebagai tuan rumah penyelenggaraan IPIM tahun 2026.

“Kalbar terpilih menjadi tuan rumah kegiatan IPIM. Kegiatan terdiri dari dua agenda, yaitu seminar dan tabligh akbar. Untuk seminar, narasumber akan dihadirkan dari Bimas Kemenag Pusat, IPIM Pusat, BNPT RI, perwakilan Gubernur, dan kampus. Sementara kegiatan kedua berupa tabligh akbar yang dirangkai dengan istighosah. Kami juga ingin merangkai kegiatan ini dengan MTQ di Kalimantan Barat,” ujar Muammar Khadafi.

Menanggapi paparan tersebut, Kakanwil Kemenag Kalbar Dr. H. Muhajirin Yanis menegaskan pentingnya persiapan yang matang serta koordinasi dengan berbagai pihak agar kegiatan dapat berjalan sukses dan memberikan dampak yang luas bagi masyarakat.

“Segala sesuatunya dipersiapkan dengan baik. Jika ada kemungkinan Menteri Agama hadir, dipastikan dan disiapkan dengan baik. Koordinasikan juga dengan Pemprov. Jika bisa bersamaan dengan MTQ, maka lebih baik,” tegas Muhajirin Yanis

Ia berharap kegiatan Seminar Imam Internasional dan Tabligh Akbar tidak hanya menjadi forum penguatan kapasitas imam dan tokoh agama, tetapi juga menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah serta memperkuat nilai-nilai moderasi beragama di tengah masyarakat.

“Kami berharap kegiatan ini mampu menghadirkan pesan-pesan persatuan, memperkuat kerukunan umat, serta menjadi momentum untuk menunjukkan Kalimantan Barat sebagai daerah yang harmonis, religius, dan menjunjung tinggi semangat moderasi beragama,” tambahnya.

Audiensi ditutup dengan komitmen dari pengurus IPIM Provinsi Kalimantan Barat untuk menindaklanjuti seluruh arahan yang diberikan serta mempersiapkan kegiatan secara maksimal demi menyukseskan pelaksanaannya pada Juli mendatang.