KALBAR SATU ID – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat bersama PW Muslimat NU Kalbar menggelar *Workshop Penguatan Ekoteologi bagi Organisasi Perempuan*, Sabtu (6/12/2025), di Aula Kanwil Kemenag Kalbar. Kegiatan ini diikuti 73 peserta dari berbagai organisasi perempuan tingkat provinsi dan kabupaten/kota.
Ketua PW Muslimat NU Kalbar, Dra. Hj. Nurul Wahidah, M.Si, dalam sambutannya menekankan pentingnya keterlibatan perempuan dalam menjaga kelestarian lingkungan. “Perempuan memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran ekologis di keluarga dan masyarakat. Ekoteologi harus menjadi gerakan moral yang kita hidupkan bersama,” ujarnya.
Ketua panitia, Hj. Nurjani Wildan, menyampaikan bahwa kegiatan ini digagas sebagai upaya memperkuat gerakan pelestarian lingkungan di Kalimantan Barat. Ia berharap peserta tidak hanya memahami konsep ekoteologi, tetapi juga mampu mengaplikasikannya melalui tindakan nyata. “Eco Enzym adalah langkah kecil namun berdampak besar jika dilakukan secara masif,” katanya.
Kakanwil Kemenag Provinsi Kalbar, Dr. H. Muhajirin Yanis, M.Pd, yang menjadi narasumber utama sekaligus membuka kegiatan tersebut, menegaskan bahwa pelestarian lingkungan merupakan bagian dari pengamalan nilai keagamaan. “Merawat alam adalah wujud pengabdian kita kepada Tuhan. Ekoteologi harus menjadi kesadaran kolektif,” ungkapnya.
Narasumber lainnya, H. Rohadi, S.Ag., M.Si, Kabid Penais Zawa Kanwil Kemenag Kalbar, mendorong sinergi lintas organisasi dalam memperkuat gerakan ekoteologi. Sementara itu, Sri Elyati, S.Pd, Penyuluh Agama Islam peraih Penais Award 2025, memberikan materi sekaligus memandu praktik pembuatan Eco Enzym.
Peserta adalah Organisasi Perempuan yang ada dalam BKOW, ada 30 ormas perempuan yang diundang dari 43 Ormas yang terdp di BKOW, dan Banom NU seperti Muslimat NU, Fatayat NU, IPPNU, serta Majelis Taklim tampak antusias mengikuti seluruh sesi, mulai dari penyampaian materi hingga praktik langsung.
Melalui kegiatan ini, penyelenggara berharap gerakan penguatan ekoteologi dapat semakin meluas dan menjadi upaya berkelanjutan dalam mendukung pelestarian lingkungan di Kalimantan Barat.






