KALBAR SATU ID – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat, Dr. H. Muhajirin Yanis, M.Pd.I., menegaskan komitmen dan dukungan penuh terhadap suksesnya program Sosialisasi Wajib Halal Oktober (WHO) 2026.

Melalui sinergi lintas sektor dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, program ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat serta pelaku usaha akan pentingnya sertifikasi halal sebagai bagian dari kualitas, keamanan, dan daya saing produk di era global.

Selain mengikuti kegiatan secara daring bersama seluruh wilayah Indonesia, Kakanwil Kemenag Kalbar juga memberikan sambutan dan arahan langsung dalam kegiatan yang dipusatkan di Ruang Tendik Lantai III Kanwil Kemenag Kalbar, Kamis, (4/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Biro Kesra Provinsi Kalimantan Barat yang diwakili Kabag Agama, perwakilan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalbar, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral Kalbar, Kabag Tata Usaha dan para Kepala Bidang Kanwil Kemenag Kalbar, Kepala Kemenag Kota Pontianak, serta Tim WHO dan Satgas Halal Kalimantan Barat.

Ketua Satgas BPJPH Kalbar, H. Mi’rad, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan penuh Kakanwil Kemenag Kalbar, Pemerintah Daerah, serta para relawan dan pendamping halal yang terus bekerja mendampingi pelaku usaha di lapangan.

Sementara itu, Kabag Agama Biro Kesra Kalbar yang mewakili Pemerintah Provinsi Kalbar menegaskan dukungan penuh terhadap implementasi WHO 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem ekonomi halal di daerah.

Dalam arahannya, Muhajirin Yanis menegaskan bahwa sertifikasi halal kini bukan hanya menjadi pemenuhan syariat agama semata, tetapi telah berkembang menjadi kebutuhan regulasi, standar mutu produk, sekaligus strategi memenangkan pasar yang semakin kompetitif.

“Halal bukan lagi pilihan tambahan, melainkan kebutuhan masa depan. Kita harus melakukan akselerasi melalui pemanfaatan teknologi digital, koordinasi yang solid, serta kerja sama seluruh pengawas dan pendamping halal di lapangan. Pemerintah telah membuka peluang yang sangat besar untuk kemajuan program ini,” tegasnya.

Muhajirin juga mengajak seluruh jajaran untuk menerapkan strategi jemput bola dengan mengintensifkan sosialisasi kepada pelaku usaha, UMKM, komunitas bisnis, dan industri. Menurutnya, keberhasilan WHO 2026 hanya dapat dicapai melalui semangat gotong royong, inovasi, dan kebersamaan seluruh elemen bangsa.

Dengan semangat kolaboratif tersebut, Kalimantan Barat optimistis mampu menjadi bagian penting dalam mewujudkan Indonesia sebagai pusat industri halal dunia yang maju, berdaya saing, dan penuh keberkahan bagi masyarakat.