KALBAR SATU ID, BISNIS – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Kamis, 4 Juni 2026 masih menunjukkan tekanan seiring kuatnya mata uang Paman Sam di pasar global.
Pergerakan kurs hari ini menjadi perhatian pelaku pasar karena dolar AS kembali bergerak mendekati level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir.
Berdasarkan data perdagangan valuta asing, kurs USD/IDR berada di kisaran Rp17.900 per dolar AS, atau menguat dibandingkan posisi sebelumnya yang berada di area Rp17.800-an. Penguatan dolar ini terjadi di tengah tingginya permintaan terhadap aset berdenominasi dolar serta masih kuatnya sentimen global yang mendukung mata uang Amerika Serikat.
Di sisi lain, rupiah masih menghadapi tekanan dari berbagai faktor eksternal, termasuk dinamika ekonomi global, pergerakan suku bunga internasional, serta arus modal asing yang cenderung fluktuatif. Meski demikian, Bank Indonesia terus memantau kondisi pasar dan melakukan langkah-langkah stabilisasi untuk menjaga nilai tukar rupiah tetap terkendali.
Perkiraan Kurs Dollar di Sejumlah Bank
Berikut kisaran kurs dolar AS terhadap rupiah di sejumlah bank nasional pada Kamis, 4 Juni 2026:
Bank BCA
Kurs beli: Rp17.850 per USD
Kurs jual: Rp17.980 per USD
Bank Mandiri
Kurs beli: Rp17.870 per USD
Kurs jual: Rp18.000 per USD
Bank BRI
Kurs beli: Rp17.830 per USD
Kurs jual: Rp18.020 per USD
Bank BNI
Kurs beli: Rp17.840 per USD
Kurs jual: Rp17.990 per USD
Perlu diketahui bahwa nilai kurs dapat berbeda pada setiap bank dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan pasar.
Faktor yang Mempengaruhi Pergerakan Rupiah
Sejumlah faktor yang memengaruhi nilai tukar rupiah hari ini antara lain:
Penguatan dolar AS di pasar internasional.
Kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed).
Pergerakan investasi asing di pasar domestik.
Kondisi geopolitik dan ekonomi global.
Kinerja ekspor dan cadangan devisa Indonesia.
Analis memperkirakan rupiah masih berpotensi bergerak fluktuatif dalam beberapa hari ke depan. Pelaku pasar akan mencermati berbagai data ekonomi global yang dapat memengaruhi arah pergerakan dolar AS dan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Bagi masyarakat yang berencana melakukan transaksi valuta asing, baik untuk keperluan bisnis, pendidikan, maupun perjalanan ke luar negeri, disarankan untuk terus memantau perkembangan kurs agar dapat memperoleh nilai tukar yang lebih optimal.

