Kurs Dollar ke Rupiah Hari Ini, Kamis 11 Juni 2026: Rupiah Menguat Setelah BI Naikkan Suku Bunga

Kurs Dollar ke Rupiah, Sumber Foto : CBNC
Kurs Dollar ke Rupiah, Sumber Foto : CBNC

KALBAR SATU ID, TERKINI – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menunjukkan penguatan pada perdagangan Kamis, 11 Juni 2026. Perbaikan ini terjadi setelah Bank Indonesia (BI) mengambil langkah mengejutkan dengan menaikkan suku bunga acuan guna menjaga stabilitas nilai tukar yang sebelumnya berada di bawah tekanan.

Rupiah yang sempat menyentuh level terlemah di kisaran Rp18.190 per dolar AS pada awal pekan, kini bergerak menguat dan berada di rentang Rp17.900 hingga Rp18.050 per dolar AS. Penguatan tersebut menjadi sinyal positif bagi pasar setelah kekhawatiran terhadap pelemahan rupiah sempat meningkat dalam beberapa pekan terakhir.

Bacaan Lainnya

Kebijakan Bank Indonesia menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen dinilai mampu meredam tekanan terhadap mata uang Garuda. Langkah tersebut juga menunjukkan komitmen otoritas moneter dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.

Selain faktor domestik, pergerakan rupiah masih dipengaruhi oleh berbagai sentimen eksternal. Penguatan dolar AS, arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed), serta arus modal asing yang bergerak dinamis masih menjadi faktor utama yang memengaruhi pasar keuangan Indonesia.

Di sejumlah perbankan nasional, kurs jual dolar AS pada Kamis berada di kisaran Rp18.000 hingga Rp18.050 per dolar AS, sementara kurs beli berada di rentang Rp17.830 hingga Rp17.880 per dolar AS. Perbedaan nilai kurs tersebut dipengaruhi oleh kebijakan masing-masing bank dan jenis transaksi yang digunakan nasabah.

Pelaku pasar kini menaruh perhatian pada langkah lanjutan Bank Indonesia dan perkembangan ekonomi global yang dapat memengaruhi arah pergerakan rupiah dalam beberapa waktu ke depan. Meski masih dibayangi ketidakpastian, penguatan rupiah hari ini memberikan optimisme bahwa tekanan terhadap mata uang nasional mulai mereda.

Analis memperkirakan rupiah masih akan bergerak fluktuatif dalam jangka pendek. Namun, dengan dukungan kebijakan moneter yang lebih ketat dan stabilitas ekonomi domestik yang tetap terjaga, peluang penguatan rupiah masih terbuka apabila sentimen global bergerak lebih kondusif.

Ikuti GOOGLE NEWS atau Join Channel TELEGRAM

Pos terkait